Sumsel

Bayi di Palembang Lahir Tanpa Tempurung Kepala, Butuh Uluran Tangan Dermawan

Maman Suparman | 22 April 2025, 16:56 WIB
Bayi  di Palembang Lahir Tanpa Tempurung Kepala, Butuh Uluran Tangan Dermawan

AKURAT.CO SUMSEL Kabar mengharukan datang dari pasangan suami istri di Palembang, seorang bayi yang dilahirkan melalui operasi caesar pada 15 April 2025 di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang diketahui mengalami kondisi langka, yakni lahir tanpa tempurung kepala atau dalam istilah medis disebut anencephaly.

Bayi yang merupakan anak kedua dari pasangan Munzirin dan Indah Rusmiati itu hingga kini masih menjalani perawatan intensif di ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit) RS Bhayangkara. Kondisinya dipantau ketat oleh tim medis.

“Untuk saat ini, kami hanya bisa berharap yang terbaik bagi kondisi anak kami. Kami belum memberinya nama karena masih terus fokus pada proses perawatannya,” ujar Munzirin, sang ayah, Selasa (22/4/2025).

Munzirin, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh, mengaku kondisi tersebut membuat dirinya dan istri terpukul.

Meski demikian, mereka tetap berharap adanya mukjizat dan uluran tangan dari para dermawan untuk membantu biaya perawatan, termasuk kemungkinan tindakan medis lanjutan.

Baca Juga: 13 Daerah di Sumsel Masih Berstatus Siaga Banjir, BPBD Imbau Warga Tetap Waspada

“Kami sangat berharap anak kami bisa sehat. Kalau memang harus dioperasi, kami mohon ada yang bisa membantu biayanya,” ucapnya lirih.

Sementara itu, Wakil Kepala RS Bhayangkara Palembang, dr. Andrianto, Sp.OG, yang turut menangani proses persalinan, menyampaikan bahwa bayi tersebut saat ini masih membutuhkan pengawasan medis secara intensif.

“Bayi dirawat di NICU, dengan pemantauan ketat. Saat ini masih menggunakan oksigen dan infus umum,” kata dr. Andrianto.

Ia menambahkan, jika kondisi bayi stabil, pihak rumah sakit mempersilakan untuk dibawa pulang. Namun, untuk penanganan lebih lanjut, rujukan ke Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang diperlukan karena membutuhkan tindakan dari dokter spesialis bedah anak.

Menurut dr. Andrianto, kondisi bayi tanpa tempurung kepala umumnya terjadi karena kekurangan asam folat selama awal masa kehamilan, terutama pada trimester pertama.

"Trimester pertama adalah masa krusial pembentukan otak dan tulang belakang bayi. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil memastikan asupan asam folat dan nutrisi tercukupi sejak awal kehamilan," jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia