Sumsel

Disiram Pertalite oleh Cucunya, Nenek 89 Tahun Tewas Terbakar di Palembang

Deny Wahyudi | 29 Agustus 2026, 17:10 WIB
Disiram Pertalite oleh Cucunya, Nenek 89 Tahun Tewas Terbakar di Palembang
Disiram Pertalite oleh Cucunya, Nenek 89 Tahun Tewas Terbakar di Palembang

AKURAT.CO SUMSEL Duka menyelimuti keluarga Maria Then Sui, perempuan lanjut usia berusia 89 tahun yang meninggal dunia setelah mengalami luka bakar parah dalam kebakaran di rumahnya di Palembang.

Maria sempat mendapat perawatan di rumah sakit setelah mengalami luka bakar sekitar 90 persen. Namun, nyawanya tidak tertolong dan korban dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Peristiwa memilukan itu terjadi di rumah korban di Jalan Batujajar KM 7, RT 020 RW 007, Kelurahan Sukarami, Kecamatan Sukarami, Palembang, sekitar pukul 06.50 WIB.

Baca Juga: Cucu di Palembang Diduga Curi Barang Nenek Sendiri, Hasilnya Dijual untuk Beli Sabu

Korban diduga menjadi sasaran tindakan cucunya sendiri, Merin (27). Berdasarkan keterangan keluarga, Merin diduga melemparkan botol berisi bahan bakar jenis pertalite ke arah korban yang saat itu sedang berada di dapur.

Korban Sedang Memasak Saat Kejadian

Anak korban, Chen Chen (47), mengatakan saat kejadian dirinya berada di rumah.

Menurut Chen Chen, Merin datang pada pagi hari dalam kondisi marah-marah. Saat itu, Maria sedang memasak di dapur, sedangkan salah satu anggota keluarga berada di kamar mandi.

"Ibu saya lagi di dapur menggoreng gorengan. Ada kakak saya di dalam kamar mandi. Merin datang sambil marah-marah," kata Chen Chen saat ditemui, Sabtu (29/8/2026).

Situasi kemudian berubah ketika Merin diduga melemparkan botol berisi pertalite ke arah korban.

Chen Chen yang melihat kejadian tersebut sempat berusaha mengamankan kondisi dapur. Ia juga mematikan kompor yang berada di dekat korban.

Setelah itu, Chen Chen pergi membangunkan anak-anaknya yang sedang bersiap untuk sekolah.

Namun, ketika kembali ke dapur, api sudah membesar dan menyambar tubuh ibunya.

"Api sudah besar menyambar. Ternyata dari kompor yang masih hidup. Mungkin karena ruangannya masih tertutup, jendela dan pintu belum dibuka," ujarnya.

Chen Chen kemudian berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Korban selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

"Saya kaget dan langsung berusaha memadamkan api. Saya teriak minta bantuan warga sekitar," katanya.

Dalam kejadian tersebut, Merin juga ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di sekitar dapur setelah api menyambar.

Petugas kemudian mengamankan Merin ke Polsek Sukarami.

Namun, pihak keluarga menyebut Merin memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Setelah diamankan, Merin kemudian dirujuk ke RS Ernaldi Bahar Palembang untuk mendapatkan penanganan.

"Iya, memang ada riwayat gangguan jiwa. Sempat diamankan Polsek Sukarami, tapi sepertinya sudah dibawa ke RS Ernaldi Bahar," kata Chen Chen.

Baca Juga: Kenalan Lewat Medsos Berujung Petaka, Motor Remaja 17 Tahun Dibawa Kabur Pria yang Baru Dikenalnya

Sementara itu, kondisi Maria terus memburuk akibat luka bakar yang dialaminya.

Meski telah mendapat penanganan medis, korban akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 16.00 WIB pada hari yang sama.

Jenazah Maria kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Batujajar, Kelurahan Sukarami, Palembang.

Pada Sabtu (29/8/2026), keluarga dan warga sekitar berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa.

Suasana duka terlihat menyelimuti rumah tersebut. Sejumlah anak korban tampak berada di sekitar peti jenazah sambil menatap foto Maria yang diletakkan di atas meja.

Peristiwa ini selanjutnya masih dalam penanganan pihak kepolisian untuk mengungkap secara menyeluruh kronologi serta penyebab kejadian.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Deny Wahyudi
K
Editor
Kurnia