Sumsel

Misteri Keberadaan Cherry Lai, Bos Perusahaan Animasi yang Diburu Polisi Karena Diduga Menyiksa Karyawan

Deni Hermawan | 19 September 2024, 14:52 WIB
Misteri Keberadaan Cherry Lai, Bos Perusahaan Animasi yang Diburu Polisi Karena Diduga Menyiksa Karyawan

 

AKURAT.CO SUMSEL Misteri keberadaan Cherry Lai, salah satu bos perusahaan animasi games yang terseret dugaan skandal kekerasan terhadap karyawannya, hingga kini masih belum diketahui keberadaaannya.

Sosok Cherry Lai menjadi sorotan publik lantaran sejumlah kelakukan buruknya saat memimpin perusahaan, dibongkar oleh salah satu penguna di platform X (Twitter) bernama Bisher Dokkmak.

Tindakan yang diungkapkan mencakup hukuman ekstrem bagi karyawan, seperti  menyuruh karyawannya untuk menampar diri sendiri dan direkam dalam video WhatsApp.

Selain itu, Cherry Lai juga diduga melarang karyawannya untuk mengambil cuti saat orang tua mereka meninggal dunia.

Baca Juga: Tiga Fakta Menarik Boneka Labubu yang Viral Gara-Gara Lisa BLACKPINK

Kasus ini pun tengah didalami pihak kepolisian yang masih melakukan pengejaran dan memburu keberadaan Cherry Lai.

Polisi mendeteksi bahwa Cheery saat ini tidak lagi berada di Indonesia. Berdasarkan data dari imigrasi, ternyata ia meninggalkan Indonesia pada 29 Agustus 2024 lalu.

"Terlapor terdata telah meninggalkan Indonesia," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, dikutip dari Akurat co, Kamis (19/9/2024).

Dikatakan Ade Ary, informasi tersebut diperoleh dari hasil koordinasi Polres Metro Jakarta Pusat dengan Kantor Imigrasi Jakarta Pusat. Dari data tersebut, Cherry Lai keluar dari Indonesia pada 29 Agustus 2024.

Polisi menyebut bahwa akan terus mendalami dan mengusut tuntas kasus ini. Kendati saat ini, keberadaannya masih belum diketahui secara pasti. Termasuk, kemungkinan apakah Cherry Lai kembali ke negara asalnya di Hongkong.

Sebagai informasi, Cherry Lai adalah Co-Owner Brandoville Studios Brandoville Studios yang merupakan sebuah studio game di Indonesia. Perusahaan ini ditutup pada pertengahan Agustus 2024 lalu.

Selain itu, Cherry Lai juga merupakan Istri Co-Founder & CEO brandoville Studios berinisial KL.

Saat Cherry Lai memimpin Brandoville Studios Indonesia, ia diduga melakukan berbagai pelanggaran hak asasi manusia.

Selain dugaan kekerasan, adapula laporan karyawan yang mengalami pelecehan verbal, dipermalukan di depan umum dan pemaksaan bekerja kepada karyawan melebihi jam kerja.

Ditambah lagi, dugaan pemaksaan karyawan yang diminta mengundurkan diri serta pemecatan yang dilakukan secara tidak sah. [ ]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
A