Sumsel

Ngaku Beli Makanan untuk Ibu, Pemuda Korban Tawuran di Palembang Ternyata Berbohong

Maman Suparman | 7 Juni 2025, 17:05 WIB
Ngaku Beli Makanan untuk Ibu, Pemuda Korban Tawuran di Palembang Ternyata Berbohong

AKURAT.CO SUMSEL Indra Trio (20), pemuda asal Lorong Jayalaksana, Kelurahan 3/4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, yang sempat menjadi perhatian publik karena tertancap anak panah saat tawuran, ternyata sempat berbohong kepada ibunya.

Ia mengaku sedang membeli makanan, padahal kenyataannya ikut terlibat dalam aksi tawuran.

“Pengakuan Indra kepada ibunya itu tidak benar. Saat itu Indra bukan sedang membeli makanan, melainkan ikut dalam tawuran tersebut,” tegas Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihartono, Sabtu (7/6/2025).

Sebelumnya, kabar bahwa Indra menjadi korban salah sasaran sempat beredar di masyarakat.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, polisi memastikan bahwa pemuda tersebut memang turut serta dalam aksi bentrok antar kelompok remaja yang kembali mencemaskan warga kota.

Peristiwa yang dialami Indra terjadi di kawasan Seberang Ulu I. Akibat insiden tersebut, sebuah anak panah bersarang di tubuhnya dan ia harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Bari Palembang. Sabtu (7/6/2025), ia dikabarkan telah kembali ke rumah usai menjalani perawatan.

Baca Juga: Korban Tertancap Anak Panah Saat Tawuran, Polisi: Bukan Salah Sasaran, Tapi Ikut Terlibat

Tokoh masyarakat 3/4 Ulu, Ariffin Kalender, yang sempat menjenguk korban di rumah sakit, membenarkan bahwa Indra sempat mengatakan kepada keluarganya bahwa ia hendak membeli makanan. Namun setelah ditanyai aparat, pengakuan itu terbantahkan.

“Iya, awalnya dia bilang mau beli nasi untuk ibunya. Tapi setelah diperiksa polisi, dia ternyata ikut tawuran,” kata Ariffin.

Ariffin menambahkan bahwa aktivitas tawuran antar remaja di kawasan tersebut sudah sangat meresahkan. Ia bahkan mendorong agar Pemkot Palembang mengambil langkah tegas dan tidak biasa.

“Penindakan dari pihak kepolisian belum membuat jera. Kami mendorong solusi baru seperti mengirim mereka ke barak militer, agar mereka diberi pembinaan disiplin,” ujarnya.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, sebelumnya juga telah menjenguk Indra di rumah sakit dan menyatakan keprihatinannya terhadap maraknya aksi tawuran yang melibatkan anak muda.

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, ia menyebut akan membantu biaya pengobatan korban dan memasang CCTV di titik-titik rawan bentrok.

Selain itu, Wali Kota juga menyatakan sedang mengupayakan program pembinaan remaja pelaku tawuran dengan mengirim mereka ke barak militer, sembari menunggu persetujuan dari Pangdam II/Sriwijaya. (Deny Wahyudi)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia