Sumsel

Ribuan Jemaah Haji Masih di Madinah, Kesehatan Diperketat Saat Tiba di Palembang

Maman Suparman | 27 Juni 2025, 16:30 WIB
Ribuan Jemaah Haji Masih di Madinah, Kesehatan Diperketat Saat Tiba di Palembang

AKURAT.CO SUMSEL Sebanyak 3.680 jemaah haji Debarkasi Palembang dari 10 kloter gelombang kedua masih berada di Tanah Suci dan akan kembali secara bertahap.

Hingga hari ini, Debarkasi Palembang telah menerima kepulangan 4.414 jemaah haji.

Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, Syafitri Irwan, menjelaskan bahwa jemaah yang sudah tiba berasal dari Sumatera Selatan (3.289 orang), Bangka Belitung (1.068 orang), dan petugas kloter (48 orang).

"Hingga Kloter 12, Debarkasi Palembang telah menerima kepulangan 4.414 jemaah haji. Masih ada 3.680 jemaah di 10 kloter lagi yang belum kembali," ujarnya, Jumat (27/6/2025).

Sementara itu, tercatat 21 jemaah haji Debarkasi Palembang meninggal dunia. Pada Kloter 12, dari 370 jemaah yang berangkat, hanya 368 yang kembali. Satu jemaah, Nurayu Tobroni (68), meninggal di Tanah Suci, dan dua jemaah lainnya, Atik Maryani (48) dan Ngatino Wongso Rejo (84), masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi.

"Bila kondisinya sudah membaik dan dinyatakan laik terbang, mereka akan diberangkatkan bersama kloter berikutnya," tambah Syafitri.

Setibanya di Tanah Air, jemaah haji langsung menerima edukasi kesehatan dari Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas 1 Palembang.

Baca Juga: Presiden Prabowo Dorong Swasembada Energi Berbasis Tenaga Surya di Seluruh Daerah

Kepala BKK Kelas 1 Palembang, Emmilya Rosa, menekankan pentingnya pengisian aplikasi Satu Sehat Health Pass (https://sshp.kemkes.go.id) untuk memantau kondisi kesehatan jemaah setelah perjalanan internasional.

"Saat hendak berangkat ke Tanah Suci, para jemaah haji dikarantina 24 jam di asrama haji untuk memastikan bahwa mereka berangkat tidak membawa penyakit ke luar negeri. Pun saat kembali, mereka dipantau agar tidak membawa penyakit menular dari luar," jelas Emmilya.

Bagi jemaah lansia atau yang kesulitan menggunakan gawai, proses pengisian deklarasi kesehatan di SSHP akan dibantu oleh ketua regu, pendamping, atau tim kesehatan Debarkasi Palembang.

Selain itu, BKK Kelas 1 Palembang juga mengimbau jemaah untuk melakukan karantina mandiri selama 21 hari.

"Apabila ada keluhan seperti demam, flu, pilek, sesak napas, dan gejala gangguan kesehatan lain agar segera mendatangi puskesmas dan RS, dengan menunjukkan SSHP," tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia