Sumsel

Pariwisata Sumsel Bidik 25 Juta Wisatawan di 2026, Sport Tourism Jadi Motor Utama

Maman Suparman | 10 Januari 2026, 19:00 WIB
Pariwisata Sumsel Bidik 25 Juta Wisatawan di 2026, Sport Tourism Jadi Motor Utama

AKURAT.CO SUMSEL  Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) memasang target tinggi untuk kunjungan wisatawan tahun 2026.

Tidak tanggung-tanggung, Bumi Sriwijaya membidik angka 25 juta kunjungan, menyusul tren positif realisasi kunjungan pada tahun sebelumnya.

Optimisme ini didasari atas capaian luar biasa sepanjang tahun 2025. Hingga November 2025 saja, angka kunjungan wisatawan ke Sumsel tercatat telah menyentuh 23,9 juta orang, jauh melampaui target awal yang hanya dipatok di angka 19 juta.

Kepala Bidang Destinasi Disbudpar Sumsel, Vita Sandra, mengungkapkan bahwa kenaikan target ini akan didorong oleh penguatan ekosistem pariwisata daerah.

Salah satu strategi utamanya adalah penambahan 10 desa wisata baru untuk melengkapi 150 desa wisata yang telah terbentuk sepanjang 2025.

Baca Juga: Kronologi Pria Tewas di Club 41: Datang Bersama Teman Wanita, Mendadak Sesak Napas.

Selain itu, Sumsel akan lebih serius menggarap ceruk pasar sport tourism dan wellness tourism.

Berkaca pada kesuksesan ajang Dempo Run di Pagar Alam, pemerintah kini tengah mematangkan rencana kegiatan serupa di ikon wisata lainnya.

"Tahun ini kita persiapkan event lari di kawasan Danau Ranau. Harapannya, kegiatan skala besar ini tidak hanya menarik minat pelancong, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi perputaran ekonomi lokal," ujar Vita Sandra saat memberikan keterangan, Sabtu (10/1/2026).

Di tengah optimisme tersebut, Vita tidak menampik adanya tantangan besar terkait keamanan dan kenyamanan pengunjung.

Isu mengenai pungutan liar (pungli) dan tindakan kriminal di destinasi populer masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) di Palembang, misalnya, masih sering menerima laporan keluhan dari para wisatawan.

Menanggapi hal tersebut, Disbudpar Sumsel telah menjalin koordinasi intensif dengan kepolisian guna memastikan keamanan di objek-objek vital pariwisata.

"Persoalan keamanan di destinasi seperti BKB memang menjadi keresahan kolektif. Kami sudah berkomunikasi dengan Polda Sumsel, khususnya tim Pengamanan Objek Vital (Pamobvit), serta Polrestabes Palembang untuk memperketat pengawasan," tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia