Sumsel Matangkan Agenda Pariwisata 2026, Siap Gelar Parade 1.000 Perahu Ketek

AKURAT.CO SUMSEL Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bergerak cepat mematangkan kalender wisata 2026.
Kabid Pengembangan Pemasaran Disbudpar Sumsel, Sido Santoso, mengungkapkan bahwa agenda utama yang menjadi sorotan adalah Parade 1.000 Ketek (Getek) yang dijadwalkan pada 11 Januari 2026.
"Parade 1.000 Ketek akan digelar bertepatan dengan Haul Ki Marogan ke-125," kata Sido, Senin (8/12/2025).
Parade perahu tradisional ini rencananya akan menempuh rute dari Masjid Lawang Kidul menuju Masjid Ki Marogan dengan estimasi durasi perjalanan sekitar satu jam. Saat ini, sudah terdata sekitar 500 perahu ketek, dan Disbudpar menargetkan partisipasi mencapai 1.000 perahu.
“Ini sangat menarik karena penyebaran Islam oleh Ki Marogan dulunya terjadi melalui jalur sungai. Sebelum kegiatan puncak tersebut, pada 12 Desember 2025 juga akan ada event pendukung yaitu Kampung Iwak Fest,” tambahnya.
Disbudpar mendorong para pelaku usaha pariwisata, termasuk hotel dan travel agent, untuk segera merancang paket wisata khusus, terutama yang menargetkan wisatawan dari negara-negara tetangga.
Baca Juga: Ibu Rumah Tangga di Palembang Tertipu Kenalan Facebook, Motor Raib Dibawa Putra
Sido Santoso juga menyinggung potensi Aplikasi Giwang, platform digital informasi wisata Sumsel, yang saat ini datanya telah diisi oleh 17 kabupaten/kota. Ia berharap aplikasi tersebut dapat dioptimalkan secara maksimal oleh industri untuk mempromosikan layanan mereka.
Menanggapi rencana ini, Ketua Masata Sumsel, Herlan Asfiudin (Babe), menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci utama untuk menarik kedatangan wisatawan mancanegara.
“Palembang ini hidup dari event, bukan dari perkebunan atau minyak. Maka, supaya ramai, event harus diperbanyak dan dikemas agar memiliki daya tarik nasional maupun internasional,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPD ASITA Sumsel, Feby Yoland Effendy, menyoroti potensi Health Tourism (Wisata Kesehatan) sebagai produk wisata baru yang mulai dilirik Sumsel. Namun, ia mewanti-wanti pentingnya standardisasi dan kesiapan ekosistem.
“Kita harus tahu apa yang mau dijual, apakah medical tourism, wellness, traditional health, atau lifestyle improvement. Hotel juga harus mendukung dengan menu dan paket sehat. Rumah sakit dan spa juga harus tersertifikasi dengan baik,” ujar Feby.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 35 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 13 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dan Tantangan
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 6Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Brand Kecantikan di Bawah Martha Tilaar Group, Ada PAC hingga Belia
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









