Sumsel

Jarak Pandang Palembang Hanya 350 Meter, Tiga Penerbangan Terganggu Kabut Asap

Kurnia | 22 Oktober 2026, 19:00 WIB
Jarak Pandang Palembang Hanya 350 Meter, Tiga Penerbangan Terganggu Kabut Asap
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Kamis (22/10/2026).

Jarak pandang di Kota Palembang dilaporkan hanya sekitar 350 meter pada pukul 08.00 WIB.

Kondisi tersebut berdampak pada tiga penerbangan yang mengalami gangguan operasional. Dua di antaranya merupakan penerbangan maskapai Scoot dengan rute Palembang–Singapura dan Singapura–Palembang.

General Manager Bandara Internasional SMB II Palembang, Ahmad Syaugi Shahab, mengatakan kabut asap menjadi salah satu faktor yang mengganggu aktivitas penerbangan pada Kamis pagi.

“Penerbangan pagi tadi ada tiga penerbangan yang mengalami gangguan karena asap dan dua di antaranya maskapai Scoot,” ujar Syaugi, Kamis (22/10/2026).

Dua penerbangan Scoot yang terdampak yakni TR255 dengan rute Palembang–Singapura dan TR254 dari Singapura menuju Palembang. Menurut Syaugi, kedua penerbangan tersebut mengalami pembatalan keberangkatan maupun pendaratan.

Baca Juga: Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Asap Karhutla dan Kelembapan Jadi Pemicu

Selain penerbangan internasional, gangguan juga terjadi pada penerbangan Garuda Indonesia GA101 dengan rute Palembang–Jakarta yang tercatat dalam jadwal keberangkatan pukul 08.00 WIB.

Pihak bandara mengimbau calon penumpang untuk memeriksa perkembangan jadwal penerbangan melalui maskapai masing-masing. Informasi terbaru diperlukan karena kondisi jarak pandang dapat memengaruhi kelancaran operasional pesawat.

“Kami mengimbau seluruh pengguna jasa untuk terus memantau informasi terbaru melalui maskapai masing-masing,” kata Syaugi.

Gangguan penerbangan ini terjadi ketika kabut asap kembali menyelimuti Palembang setelah kondisi udara sempat membaik dalam beberapa hari sebelumnya.

Baca Juga: Herman Deru Kumpulkan Forkopimda Saat Kabut Asap Kembali Selimuti Palembang

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, menjelaskan bahwa kabut asap yang menyelimuti Palembang diduga berkaitan dengan meningkatnya titik panas di wilayah timur Sumsel.

Berdasarkan pemantauan titik panas (hotspot) dan arah angin, kawasan Muara Padang hingga Pangkalan Lampam menjadi wilayah yang mendapat perhatian. Angin dari arah timur membawa asap kebakaran menuju Palembang.

“Jika dikaitkan dengan hotspot dan arah angin, terpantau peningkatan hotspot di timur Palembang, meliputi Muara Padang hingga Pangkalan Lampang. Arah angin dari timur membawa asap masuk ke Palembang,” ujar Wandayantolis.

Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak karhutla di wilayah sekitar masih dapat memengaruhi kualitas udara dan aktivitas masyarakat di Palembang, termasuk operasional transportasi udara.

Selama asap masih terbawa angin menuju kota, jarak pandang berpotensi kembali menurun. Karena itu, masyarakat yang hendak bepergian menggunakan pesawat disarankan memastikan status penerbangan sebelum berangkat ke bandara.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia