Sumsel

8,8 Ton Dry Ice Disemai di Palembang, OMC Terus Dilakukan untuk Tekan Kabut Asap

Kurnia | 20 Oktober 2026, 15:39 WIB
8,8 Ton Dry Ice Disemai di Palembang, OMC Terus Dilakukan untuk Tekan Kabut Asap
8,8 Ton Dry Ice Disemai di Palembang, OMC Terus Dilakukan untuk Tekan Kabut Asap

AKURAT.CO SUMSEL Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatera Selatan terus dilakukan untuk membantu mengatasi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga Senin (19/10/2026), total penyemaian dry ice di Palembang dan sekitarnya telah mencapai 8,8 ton.

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Siswanto, mengatakan pelaksanaan OMC pada Senin dilakukan melalui tiga sortie atau penerbangan penyemaian.

Rinciannya, dua sortie digunakan untuk menyemai 1,6 ton dry ice, sedangkan satu sortie lainnya menyebarkan 800 kilogram natrium klorida (NaCl).

"Pada Senin (19/10), dilakukan tiga sortie OMC, terdiri dari dua sortie penyemaian dry ice sebanyak 1,6 ton dan satu sortie penyemaian NaCl," ujar Siswanto.

Penyemaian dry ice masih difokuskan di wilayah Palembang. Dua penerbangan tersebut dilaksanakan pada siang hari dengan sasaran wilayah timur hingga tenggara Palembang.

Menurut Siswanto, upaya ini dilakukan karena kebakaran lahan masih terjadi di sejumlah wilayah Sumsel. Asap dari kebakaran tersebut juga masih bergerak menuju Palembang.

Baca Juga: Diduga Curi Tas di RSUD Bari Palembang, Pasutri Mengaku Sudah 3 Kali Beraksi

Penambahan dua sortie pada Senin membuat jumlah penyemaian dry ice sejak 15 Oktober 2026 mencapai 11 sortie, dengan total material yang disebarkan sebanyak 8,8 ton.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat sembilan sortie penyemaian dry ice hingga 18 Oktober 2026.

Dalam pelaksanaan tersebut, sebanyak 7,2 ton dry ice telah disebarkan di Palembang dan wilayah sekitarnya.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menyampaikan data tersebut berdasarkan laporan satuan tugas penanganan karhutla.

Operasi modifikasi cuaca menjadi salah satu langkah tambahan untuk membantu penanganan dampak karhutla, terutama ketika asap mengganggu kualitas udara dan aktivitas masyarakat di Palembang.

Meski demikian, upaya ini berjalan bersamaan dengan penanganan kebakaran di lapangan.

Pemadaman titik api dan pencegahan kebakaran baru tetap diperlukan untuk mengurangi sumber asap yang menyelimuti wilayah Sumatera Selatan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia