Sumsel

Sumsel Sebar 2,4 Ton Dry Ice dalam Sehari untuk Kurangi Kabut Asap

Kurnia | 19 Oktober 2026, 19:00 WIB
Sumsel Sebar 2,4 Ton Dry Ice dalam Sehari untuk Kurangi Kabut Asap
Ilustrasi - Akurat

AKURAT.CO SUMSEL Operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu mengatasi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) terus dilakukan.

Hingga 18 Oktober 2026, sebanyak 7,2 ton dry ice atau karbon dioksida (CO2) padat telah disebar melalui sembilan sortie penerbangan.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan, pada Minggu (18/10/2026), tim melaksanakan empat sortie OMC menggunakan dua pesawat.

Tiga sortie dilakukan dengan penyemaian dry ice, sedangkan satu sortie menggunakan natrium klorida (NaCl).

"Kemarin (18/10) kita melakukan empat sortie OMC dengan dua pesawat, tiga sortie di antaranya pelaksanaan dry ice dan satu kali NaCl," kata Sudirman, Senin (19/10/2026).

Baca Juga: Viral Dry Ice Diduga Jebol Atap Rumah di Palembang, BMKG Ungkap Evaluasi OMC

Dari tiga penerbangan penyemaian dry ice tersebut, total material yang ditebar mencapai 2,4 ton. Setiap pesawat membawa 800 kilogram dry ice, dengan lokasi penyemaian di Palembang sebanyak dua sortie dan Banyuasin satu sortie.

Sementara itu, penyemaian NaCl dilakukan di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, dan Ogan Ilir.

Menurut Sudirman, pelaksanaan OMC menggunakan NaCl juga diikuti laporan hujan ringan hingga sedang di sekitar Jalan Tol Palembang-Indralaya (Palindra).

"Berdasarkan laporan tim di lapangan, terpantau hujan di area Tol Palindra dengan intensitas ringan-sedang selama lima menit pada pukul 16.35-16.45 WIB," ujarnya.

Sudirman menjelaskan, penyemaian dry ice direncanakan berlangsung selama 10 hari sejak dimulai pada 15 Oktober 2026. Hingga 18 Oktober, operasi tersebut telah dilakukan sebanyak sembilan sortie dengan total 7,2 ton dry ice.

"Per 18 Oktober, OMC dry ice sudah dilakukan penyemaian sebanyak sembilan sortie dengan menaburkan 7,2 ton dry ice. Untuk pelaksanaan hari ini, kita masih menunggu informasinya," katanya.

Sebelumnya, Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang Siswanto menjelaskan, penyemaian dry ice bertujuan memengaruhi kondisi atmosfer agar asap yang terperangkap di bawah lapisan inversi dapat bergerak naik dan terurai.

Upaya ini diharapkan membantu meningkatkan jarak pandang di wilayah terdampak kabut asap.

Material dry ice berbentuk bubuk atau pelet berukuran sekitar 3 milimeter disebar pada lapisan atmosfer tempat kabut asap terkonsentrasi.

Lokasi penyemaian ditentukan berdasarkan pengamatan atmosfer menggunakan radiosonde untuk mengetahui kondisi udara dan posisi lapisan inversi yang menahan asap.

Siswanto mengatakan, dry ice memiliki suhu sekitar minus 75 derajat Celsius. Suhu ekstrem tersebut dimanfaatkan untuk mendinginkan udara secara mendadak dengan harapan dapat mengganggu lapisan inversi yang menahan asap.

Ia menambahkan, penggunaan dry ice merupakan salah satu upaya untuk membantu mengurangi konsentrasi kabut asap akibat karhutla.

Operasi ini menjadi langkah pendahuluan sebelum penanganan melalui OMC menggunakan NaCl maupun pemadaman dari udara dengan helikopter water bombing.

Meski demikian, penanganan sumber kebakaran tetap dilakukan melalui upaya pemadaman karhutla.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia