Sumsel

Sekolah Rakyat Palembang Tampung 2.550 Siswa, Tender Ditargetkan Mulai 16 Oktober

Kurnia | 14 Oktober 2026, 21:00 WIB
Sekolah Rakyat Palembang Tampung 2.550 Siswa, Tender Ditargetkan Mulai 16 Oktober
Ilustrasi

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Kota Palembang menargetkan Sekolah Rakyat permanen mulai menerima siswa baru pada tahun ajaran 2027.

Sekolah yang dibangun di atas lahan milik TNI Angkatan Udara tersebut diproyeksikan mampu menampung hingga 2.550 siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, persiapan pembangunan sekolah tersebut mulai memasuki tahapan penting setelah Pemkot Palembang memperoleh izin pemanfaatan sementara lahan milik Lanud Sri Mulyono Herlambang.

Sekolah Rakyat ini akan berdiri di atas lahan seluas 6,9 hektare. Kehadirannya diharapkan membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

"Alhamdulillah, kita bisa pinjam pakai aset lahan Danlanud. Insyaallah, bisa menampung siswa sebanyak 2.550 orang," ujar Ratu Dewa, Rabu (14/10/2026).

Ratu Dewa menjelaskan, tahapan pembangunan Sekolah Rakyat permanen kini diarahkan pada persiapan infrastruktur dan proses pengadaan pekerjaan konstruksi.

Baca Juga: Data Penduduk Sumsel Hingga September 2026: Jumlah Laki-Laki dan Perempuan di 17 Kabupaten/Kota

Berdasarkan informasi dari Dinas Pekerjaan Umum (PU), proses tender pembangunan ditargetkan mulai pada 16 Oktober 2026. Setelah tahapan tersebut berjalan, pembangunan fisik direncanakan dimulai pada November 2026.

Menurutnya, pemanfaatan lahan milik Kementerian Pertahanan melalui skema pinjam pakai menjadi salah satu langkah penting untuk mempercepat realisasi program pendidikan tersebut.

Proses penggunaan sementara Barang Milik Negara (BMN) itu ditandai dengan penandatanganan bersama terkait pemanfaatan aset Kementerian Pertahanan oleh Kementerian Sosial.

Pemkot Palembang berharap seluruh tahapan persiapan dapat berjalan sesuai rencana sehingga sekolah tersebut siap menerima peserta didik pada tahun ajaran 2027.

Sekolah rakyat dirancang memiliki gedung pendidikan setinggi empat lantai. Selain ruang belajar, kompleks sekolah juga akan dilengkapi asrama untuk menunjang tempat tinggal, kegiatan harian, dan pembinaan siswa.

Program ini menyasar anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terbawah, khususnya kelompok desil 1 dan 2. Dengan dukungan fasilitas pendidikan dan asrama, siswa diharapkan dapat memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik meskipun berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Ratu Dewa menilai, pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya berkaitan dengan penyediaan sarana pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi diri tanpa terhambat kondisi ekonomi keluarga.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia