Sumsel

Karhutla Sumsel Tersisa 6,9 Hektare, Titik Kebakaran Ada di OKI dan Muba

Kurnia | 13 Oktober 2026, 17:45 WIB
Karhutla Sumsel Tersisa 6,9 Hektare, Titik Kebakaran Ada di OKI dan Muba

AKURAT.CO SUMSEL Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) dilaporkan tersisa 6,9 hektare per 12 Oktober 2026. Meski luasan lahan yang terbakar terus menyusut, kabut asap masih menjadi persoalan yang perlu ditangani pemerintah.

Gubernur Sumsel Herman Deru menyampaikan data tersebut saat mengikuti rapat koordinasi penanganan karhutla bersama Presiden Prabowo Subianto secara daring dari Griya Agung Palembang, Senin (12/10/2026).

Menurut Deru, sisa kebakaran berada di sejumlah wilayah, terutama kawasan lahan gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

“Data yang ada, luasan karhutla di Sumsel hanya tinggal 6,9 hektare. Artinya, kondisi karhutla tidak banyak, tapi asap mengepul,” ujar Deru.

Ia menjelaskan, titik kebakaran yang masih ditangani antara lain berada di wilayah Pulau Beruang, OKI, serta Muara Medak, Muba. Sementara itu, kondisi di Kabupaten Banyuasin disebut mulai terkendali.

Baca Juga: El Nino Berkepanjangan, Sumsel Datangkan 23 Ton Bawang Merah dan 38 Ton Cabai dari Luar Daerah

Deru menegaskan, penyusutan luas lahan yang terbakar tidak bisa menjadi satu-satunya indikator keberhasilan penanganan karhutla. Menurutnya, persoalan kebakaran dan kabut asap perlu ditangani secara bersamaan.

Ia mengatakan, pemadaman harus terus dilanjutkan hingga seluruh titik api tersisa dapat dituntaskan. Upaya tersebut juga diharapkan dapat mengurangi sumber asap yang masih mengganggu kualitas udara.

“Kalau bisa direduksi lagi. Artinya, 6,9 hektare bisa tuntas dan asapnya tuntas,” katanya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, pemerintah daerah bersama unsur satuan tugas (satgas) juga mendapat arahan untuk mempercepat penanganan kebakaran yang masih berlangsung.

Sisa kebakaran di kawasan gambut menjadi salah satu perhatian karena api dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan sulit terdeteksi. Kondisi ini membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan lebih cermat agar api tidak kembali muncul.

Satgas darat masih melakukan penanganan di lokasi yang dilaporkan mengalami kebakaran. Pemerintah daerah juga berupaya memperkuat koordinasi dengan unsur terkait untuk menyelesaikan sisa titik api.

Baca Juga: Razia Narkoba di Ogan Ilir, Polisi Sita 10 Pil Ekstasi, Sabu, hingga 12 Alat Hisap

Meski luasan karhutla yang dilaporkan relatif kecil, penanganan di lapangan tetap diperlukan untuk mencegah kebakaran meluas kembali serta menekan dampak asap terhadap masyarakat.

Pemerintah berharap sisa kebakaran dapat segera dipadamkan sehingga persoalan karhutla dan kabut asap di Sumsel bisa ditangani secara menyeluruh.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia