Sumsel

Lomba Bidar Piala Pangdam Kembali Digelar di Palembang, TNI Dorong Pelestarian Budaya dan Atlet Dayung

Deny Wahyudi | 10 Oktober 2026, 22:00 WIB
Lomba Bidar Piala Pangdam Kembali Digelar di Palembang, TNI Dorong Pelestarian Budaya dan Atlet Dayung
Lomba Bidar Piala Pangdam Kembali Digelar di Palembang, TNI Dorong Pelestarian Budaya dan Atlet Dayung

AKURAT.CO, SUMSEL Tradisi perahu bidar kembali menjadi sorotan di Kota Palembang. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) TNI, Kodam II Sriwijaya menggelar Lomba Bidar Tradisional Piala Pangdam di Venue Dayung Jakabaring Sport City (JSC), Sabtu (10/10/2026).

Tak sekadar menjadi ajang adu kecepatan di atas air, perlombaan ini juga menjadi upaya menghidupkan kembali warisan budaya khas Sumatera Selatan sekaligus membuka peluang bagi lahirnya atlet-atlet dayung potensial.

Ajang yang memasuki tahun kedua penyelenggaraan di JSC tersebut dibuka langsung oleh Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A. Sementara itu, Korem Garuda Dempo (Gapo) bertindak sebagai penyelenggara utama.

Ujang mengatakan, penyelenggaraan lomba bidar merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT TNI yang melibatkan jajaran TNI di Sumatera Selatan.

Menurutnya, pemilihan kawasan Jakabaring sebagai lokasi perlombaan juga bertujuan menghidupkan kembali aktivitas di salah satu pusat olahraga kebanggaan masyarakat Palembang.

Ia menilai, bidar bukan hanya olahraga tradisional, tetapi juga merepresentasikan karakter masyarakat Sumatera Selatan yang tangguh, kompak, dan pantang menyerah.

Baca Juga: DPR Soroti Insentif Guru Agama Non-ASN Rp250 Ribu hingga Rp300 Ribu

Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, tercermin dari cara para pendayung bekerja sama untuk menggerakkan perahu menuju garis akhir. Kepemimpinan, kedisiplinan, dan kekompakan menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan sebuah tim.

Pangdam juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan, termasuk panitia, mitra, dan sponsor. Ia mengingatkan seluruh peserta agar tetap menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung.

Danrem Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud selaku Ketua Panitia Penyelenggara mengatakan, lomba bidar memiliki tujuan lebih luas daripada sekadar kompetisi olahraga.

Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara TNI, Polri, dan masyarakat, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada wisatawan.

Menurut Khabib, pelestarian bidar menjadi penting agar tradisi leluhur tersebut tetap dikenal dan diminati generasi muda di tengah perkembangan zaman.

Perlombaan bidar tradisional terbuka ini mempertandingkan tiga kategori, yakni Gladi Profesional dengan jarak 500 meter, kategori TNI-Polri sejauh 500 meter, serta kategori pelajar dengan jarak 200 meter.

Setiap tim terdiri dari 10 pendayung yang harus mengandalkan koordinasi dan kekuatan bersama untuk menyelesaikan lintasan perlombaan.

Secara keseluruhan, kegiatan ini melibatkan 1.124 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 754 peserta lomba bidar, 240 personel panitia dari Korem Gapo bersama instansi kabupaten dan kota, serta 130 tamu undangan dan unsur pendukung.

Penyelenggaraan Lomba Bidar Tradisional Piala Pangdam diharapkan tidak hanya memperkuat semangat kebersamaan dalam peringatan HUT TNI, tetapi juga menjadi momentum untuk menjaga eksistensi olahraga tradisional dan mendukung promosi pariwisata Sumatera Selatan.

Dengan demikian, tradisi bidar diharapkan terus berkembang sebagai bagian dari identitas budaya daerah sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Palembang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Deny Wahyudi
K
Editor
Kurnia