Harga Beras Jadi Penyumbang Inflasi Sumsel September 2026

AKURAT.CO SUMSELHarga beras menjadi salah satu faktor utama yang mendorong inflasi di Sumatera Selatan (Sumsel) pada September 2026.
Kondisi ini terjadi meski inflasi tahunan Sumsel tercatat lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel Moh Wahyu Yulianto mengatakan inflasi tahunan Sumsel pada September 2026 mencapai 2,55 persen secara year-on-year (yoy).
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi pada September 2025 yang mencapai 3,44 persen. Inflasi Sumsel juga berada di bawah angka nasional yang tercatat 3,28 persen pada periode yang sama.
"Inflasi tahunan Sumsel September 2026 lebih rendah dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Tapi, untuk komoditas yang menyumbang inflasi tahunan tertinggi ada dari komoditas beras," ujar Wahyu, Jumat (2/10/2026).
Selain beras, sejumlah komoditas lain turut memberikan tekanan terhadap inflasi Sumsel. Di antaranya minyak goreng, ayam ras, bahan bakar minyak (BBM), serta tembakau.
Dari kelompok pengeluaran, makanan, minuman dan tembakau memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan Sumsel, yakni 0,90 persen dengan perubahan harga sebesar 2,89 persen.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil 0,58 persen dengan perubahan harga sebesar 0,90 persen. Sementara kelompok transportasi memberikan andil 0,46 persen dengan perubahan harga sebesar 3,56 persen.
Baca Juga: Rumah Sebelah Kosong, Akbar Curi TV hingga Jam Tangan Rolex
Secara bulanan, inflasi Sumsel pada September 2026 tercatat sebesar 0,21 persen atau month-to-month (mtm).
Angka tersebut juga lebih rendah dibandingkan September 2025 yang mencapai 0,27 persen.
Kelompok makanan, minuman dan tembakau kembali menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar dengan andil 0,20 persen. Selanjutnya, kelompok transportasi memberikan andil sebesar 0,02 persen.
Wahyu mengatakan sejumlah komoditas pangan yang turut mendorong inflasi September antara lain beras, cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras dan pisang.
"Komoditas spesifiknya yaitu beras, cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras dan pisang," jelasnya.
Data tersebut menunjukkan bahwa meski inflasi tahunan Sumsel mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, pergerakan harga sejumlah kebutuhan masyarakat, terutama komoditas pangan, masih menjadi salah satu faktor yang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tanda Bansos Cair Lengkap dengan Panduan Pengambilan Bantuan Via Bank dan PT Pos Indonesia
- 2BSU Rp900.000 Cair Lagi Oktober 2026, Cek Namamu Terdaftar atau Tidak di Sini
- 3Update Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Timnas Indonesia Vs Malaysia Berakhir Imbang 0-0
- 4Klasemen Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Tambah 1 Medali, Naik Peringkat 15
- 5Ramalan Zodiak Capricorn Hari Ini: Fokus Karier, Keuangan, dan Hubungan
- 6Update Klasemen Medali Asian Games 2026: Tambah 2 Emas, Indonesia Naik Peringkat 13
- 7Update Klasemen Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Tambah 3 Medali Tapi Turun Peringkat
- 8Klasemen Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Turun ke Peringkat 14
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








