Sumsel

AQI 598, Kualitas Udara Palembang Berada di Level Berbahaya

Kurnia | 1 Oktober 2026, 09:00 WIB
AQI 598, Kualitas Udara Palembang Berada di Level Berbahaya
Kabut asap di Palembang.

AKURAT.CO SUMSEL Kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, berada dalam kategori berbahaya pada Kamis (1/10/2026) pagi.

Berdasarkan data IQAir yang dipantau pada pukul 07.00 WIB, indeks kualitas udara atau AQI⁺ US di Palembang mencapai 598. Angka tersebut masuk dalam kategori berbahaya.

Polutan utama yang tercatat adalah particulate matter (PM2.5) dengan konsentrasi mencapai 374,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Selain tingginya konsentrasi PM2.5, kondisi cuaca di Palembang pada pagi hari tercatat dengan suhu sekitar 25 derajat Celsius.

Kecepatan angin mencapai 9 kilometer per jam, sedangkan tingkat kelembapan berada di angka 88 persen.

Data IQAir tersebut berasal dari empat stasiun pemantauan dari empat kontributor, yakni JMS, Autumn, Greenpeace Indonesia, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Baca Juga: Deretan Film Indonesia Bertema Sejarah Tayang Oktober 2026, Laut Bercerita Sampai Lobang Buaya

Kualitas udara yang berbahya ini membuat masyrakat semakin khawaitr akan kesehatan dan aktifitas mereka dalam keseharian.

Bayu, salah seorang kurir paket mengatakan kabut asap yang semakin hari semakin parah ini membuat para pekerja yang di luar ruangan sangat khawatir.

"Kami ini pekerja di luar ruangan yang terpapar langsung dengan kabut asap, tidak tahu seperti apa langkah yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi ini. Seperti tidak ada hasilnya," katanya.

Sementara itu, April salah seorang ibu rumah tangga pun mengeluh akan kabut asap yang semakin menjadi. Pasalnya, ia memiliki 3 anak yang masih kecil meruta yang renta.

"Kondisi nya semakin parah pak, entah pemerintah yang tidak sigap atau memang pelaku pembakaran yang terlalu pintar mengelabui," ucapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia