Sumsel

AQI Palembang Tembus 470, Kualitas Udara Rabu Pagi Masuk Level Berbahaya

Kurnia | 30 September 2026, 09:00 WIB
AQI Palembang Tembus 470, Kualitas Udara Rabu Pagi Masuk Level Berbahaya
Kabut asap di Palembang.

AKURAT.CO SUMSEL Kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, berada pada level berbahaya pada Rabu (30/9/2026) pagi. Data IQAir yang diperbarui pukul 07.00 WIB menunjukkan indeks kualitas udara atau AQI⁺ US mencapai 470.

Angka tersebut masuk dalam kategori berbahaya, dengan polutan utama berupa particulate matter (PM2.5) yang tercatat mencapai 310,5 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Kondisi ini menunjukkan tingginya konsentrasi partikel halus di udara yang dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama kelompok yang lebih rentan.

Berdasarkan data IQAir, kondisi cuaca di Palembang pada pagi hari berada pada suhu 25 derajat Celsius. Kecepatan angin tercatat sekitar 8 kilometer per jam, sedangkan tingkat kelembapan mencapai 82 persen.

Baca Juga: 8 Daerah di Sumsel Berpotensi Hujan Hari Ini, Sebagian Disertai Petir

IQAir juga menampilkan peringatan active fire nearby atau adanya kebakaran aktif di sekitar wilayah pemantauan.

Data kualitas udara tersebut dihimpun dari empat stasiun pemantauan yang berasal dari empat kontributor, yakni JMS, Autumn, Greenpeace Indonesia, serta Indonesian Meteorology, Climatology, and Geophysics Council atau BMKG.

PM2.5 merupakan partikel udara berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. Konsentrasi PM2.5 yang tinggi menjadi perhatian karena paparan polusi udara dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Dengan AQI⁺ US berada di angka 470, masyarakat perlu memperhatikan kondisi udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.

Terlebih, Palembang dan sejumlah wilayah di Sumatera Selatan masih menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi memengaruhi kualitas udara.

Kondisi kualitas udara juga dapat berubah sepanjang hari, bergantung pada sumber emisi, arah dan kecepatan angin, serta kondisi atmosfer.

Masyarakat dapat memantau perkembangan indeks kualitas udara secara berkala dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk.

Bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker yang sesuai dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan partikel polusi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia