Kemarau dan Karhutla, Pemprov Sumsel Dua Kali Gelar Salat Istisqa

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menggelar Salat Istisqa atau salat meminta hujan di halaman Griya Agung, Palembang, Kamis (3/9/2026).
Ribuan orang mengikuti salat tersebut sebagai bentuk ikhtiar menghadapi musim kemarau dan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Sumsel.
Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan Salat Istisqa kembali digelar karena puncak musim kemarau diperkirakan masih berlangsung pada September.
"Kita berharap dengan pelaksanaan Salat Istisqa ini hujan segera turun. Agustus kemarin kita melaksanakan Istisqa, ini September lagi. Ini bagian dari ikhtiar kita," kata Herman Deru.
Menurutnya, upaya meminta hujan dilakukan bersamaan dengan langkah teknis pemerintah untuk mengatasi karhutla.
Salah satunya melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang telah dilakukan di wilayah Sumsel. Namun, upaya tersebut belum memberikan hasil maksimal karena hujan belum turun merata di wilayah yang membutuhkan.
Baca Juga: Warga Palembang Mulai Kesulitan Cari Beras Premium 5 Kg, Ini Imbauan Pemprov Sumsel
Herman Deru mengatakan OMC telah dilakukan sebanyak 54 kali dengan menaburkan garam untuk memicu pertumbuhan awan hujan.
"Kalau untuk OMC, total kita sudah melakukan 54 sortir, 54 kali sudah menaburkan garam. Nah, perkiraan BMKG ini pada 1, 2, 3, 4 September ada bibit awan hujan, jadi kita lakukan siang dan malam OMC ini," ujarnya.
Herman Deru menyebut hujan sudah turun di sejumlah wilayah Sumsel. Meski intensitasnya masih rendah, hujan tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap kondisi udara.
Namun, hujan yang turun belum menyasar sejumlah lokasi yang masih terdapat titik panas maupun titik kebakaran.
"Kita sudah dapat hujan, alhamdulillah jatuhnya di Sumsel. Kebetulan memang jatuhnya di titik yang bukan hotspot atau di firespot," katanya.
Meski belum memadamkan seluruh titik api, hujan tersebut disebut membantu mengurangi dampak kabut asap.
Herman Deru mengatakan kualitas udara mulai membaik, ditandai dengan jarak pandang yang meningkat dan bau asap yang berkurang.
"Hujan itu sudah berkontribusi menjernihkan udara, sehingga kini tampak membaik, jarak pandang juga membaik, bau asap juga berkurang," ujarnya.
Baca Juga: Pemkot Palembang Masih Undur Jam Masuk Sekolah Jadi Pukul 08.00 Selama Kabut Asap
Pemprov Sumsel tetap meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena puncak musim kemarau masih berlangsung.
Herman Deru mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun membakar sampah sembarangan.
"Kita juga meminta masyarakat waspada dan tidak membakar sampah, sebaiknya dibuang saja ke tempat pembuangan akhir," katanya.
Menurutnya, pencegahan kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas di lapangan. Peran masyarakat juga dibutuhkan untuk mencegah munculnya titik api baru selama musim kemarau.
Pemprov Sumsel pun terus mengupayakan penanganan karhutla melalui berbagai langkah, mulai dari operasi modifikasi cuaca hingga peningkatan kewaspadaan di wilayah rawan kebakaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Daftar Kasus yang Pernah Ditangani Kamarudin Simanjutak: Korupsi E-KTP Sampai Pembunuhan Brigadr J
- 2Mutasi Pejabat Polrestabes Palembang, Kasatresnarkoba hingga Kapolsek Sako Berganti
- 3Harley-Davidson Siapkan Motor Murah Sprint, Harga Berpotensi Rp30 Jutaan
- 45 Ramalan Zodiak Hari Ini 17 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuangan?
- 5Update Jadwal Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober 2026
- 6BMKG Prediksi Hujan Merata di Sumsel Mulai Pertengahan November 2026
- 75 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 20 Oktober 2026: Cinta, Karier, dan Keuangan
- 8Ramalan Zodiak Libra Hari Ini, Senin 19 Oktober 2026: Asmara Harmonis, Keuangan Perlu Dijaga
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









