Harga Gabah Tinggi Tekan Harga Beras Premium di Sumsel, Bulog Usul Pengiriman Keluar Daerah Dibatasi

AKURAT.CO SUMSEL Tingginya harga gabah di Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi salah satu faktor yang mendorong naiknya biaya produksi beras premium. Kondisi tersebut dinilai turut memberikan tekanan terhadap harga beras yang harus dibayar konsumen.
Pimpinan Perum Bulog Kanwil Sumsel Babel, Ihsan, mengatakan harga gabah saat ini berada di kisaran Rp7.700 per kilogram.
Harga tersebut dinilai cukup tinggi jika dibandingkan dengan kebutuhan biaya produksi beras hingga proses pengemasan.
Menurut Ihsan, harga gabah menjadi salah satu komponen utama dalam menentukan biaya produksi.
Setelah melalui proses pengolahan, produksi, hingga pengemasan, modal untuk menghasilkan beras premium dapat mencapai sekitar Rp16 ribu per kilogram.
"Kalau harga gabah Rp7.700 belum lagi biaya produksi, biaya packing dan lain-lain kalau ditotal, modalnya bisa sekitar Rp16 ribu untuk premium," kata Ihsan, Selasa (1/9/2026).
Baca Juga: Karhutla Capai 185 Hektare, Pemkot Palembang Bentuk Tim Reaksi Cepat hingga Kelurahan
Ia menjelaskan, kenaikan harga gabah di tingkat petani pada akhirnya akan berdampak terhadap harga beras di pasaran. Sebab, produsen harus menyesuaikan biaya pembelian bahan baku dengan biaya produksi yang dikeluarkan.
"Harga di pertanian tinggi, di pasaran juga akan tinggi. Seperti buah simalakama," ujarnya.
Ihsan menilai harga gabah sekitar Rp6.500 per kilogram akan lebih ideal untuk membantu menjaga harga beras tetap terkendali. Namun, kondisi harga komoditas di tingkat petani juga perlu menjadi perhatian agar kesejahteraan petani tetap terjaga.
Selain harga gabah, persoalan distribusi juga menjadi perhatian Bulog. Ihsan mengusulkan agar pengiriman gabah dari Sumsel ke luar daerah disesuaikan dengan kondisi pasokan di dalam provinsi.
Ketika ketersediaan gabah di Sumsel sedang terbatas, pengiriman ke luar daerah dinilai perlu dikurangi untuk menjaga kebutuhan bahan baku beras di wilayah tersebut.
Sebaliknya, ketika memasuki musim panen dan produksi gabah meningkat, distribusi ke luar Sumsel dapat kembali dilakukan.
"Kalau harga naik, sebaiknya stop kirim ke luar daerah. Sedangkan kalau sedang musim panen, silakan jual keluar Sumsel," katanya.
Kebijakan distribusi tersebut diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara kebutuhan gabah untuk produksi beras di Sumsel dengan aktivitas perdagangan ke daerah lain.
Dengan ketersediaan bahan baku yang lebih terjaga, tekanan terhadap biaya produksi beras premium di Sumsel diharapkan dapat diminimalkan sehingga harga di tingkat konsumen tetap terkendali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









