Sumsel

Luas Karhutla Palembang Capai 185 Hektare, BNPB Kirim Bantuan Peralatan Pemadam

Kurnia | 31 Agustus 2026, 16:44 WIB
Luas Karhutla Palembang Capai 185 Hektare, BNPB Kirim Bantuan Peralatan Pemadam
Luas Karhutla Palembang Capai 185 Hektare, BNPB Kirim Bantuan Peralatan Pemadam

AKURAT.CO SUMSEL Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan bantuan logistik dan peralatan untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Bantuan tersebut diberikan setelah luas lahan yang terbakar di wilayah Palembang dilaporkan mencapai sekitar 185,4 hektare.

Penyerahan bantuan dilakukan setelah Rapat Koordinasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumatera Selatan 2026 di Griya Agung Palembang, Senin (31/8/2026).

Rapat tersebut dipimpin Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, dan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.

Untuk Palembang, BNPB memberikan sejumlah peralatan yang dibutuhkan dalam penanganan karhutla. Bantuan tersebut terdiri dari 25 alat pelindung diri (APD), lima roll selang berukuran 1,5 inci, empat unit pompa jinjing 2 HP, dua unit mesin pompa air 6 HP, dua nozzle, serta dua unit flexible tank.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan bantuan tersebut sesuai dengan kebutuhan yang sebelumnya diajukan Pemerintah Kota Palembang.

Baca Juga: Bejat, Ayah di Palembang Diduga Lecehkan Anak Kandung, Polisi Tangkap Pelaku di Rumah

“Bantuan ini sesuai dengan kebutuhan yang kami usulkan, terutama untuk mendukung penanganan karhutla,” kata Ratu Dewa.

Menurut Ratu Dewa, Pemkot Palembang terus meningkatkan kesiapsiagaan karena luas lahan yang terbakar telah mencapai sekitar 185,4 hektare.

Meski demikian, ia menyebut sebagian besar lahan yang terbakar merupakan lahan mineral dan bukan gambut. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman relatif lebih mudah dilakukan.

Ratu Dewa juga meminta Satgas Karhutla mempercepat penanganan titik api yang masih ditemukan di sejumlah lokasi.

“Satgas terus kami minta untuk mempercepat proses pemadaman. Kami juga melibatkan PDAM untuk membantu kebutuhan air di lapangan,” ujarnya.

Selain memperkuat pemadaman, Pemkot Palembang menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak asap akibat karhutla.

Ratu Dewa mengatakan pemerintah kota telah menyiapkan posko kesehatan dan memastikan pelayanan kesehatan tetap tersedia selama 24 jam.

Ia juga menyebut kualitas udara Palembang turut dipengaruhi asap dari kebakaran lahan di sejumlah wilayah lain di Sumatera Selatan.

Pada Senin pagi sekitar pukul 10.00 WIB, posisi ISPU Palembang disebut berada di urutan keenam. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena paparan asap dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Menhut Ungkap Alasan 9 Taman Nasional Ditutup di Tengah Ancaman Karhutla

Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan kondisi karhutla di Sumatera Selatan menunjukkan perkembangan yang positif.

Hal tersebut terlihat dari kecenderungan penurunan jumlah titik panas atau hotspot yang terpantau.

Namun, Raja Juli mengingatkan penurunan hotspot tidak berarti ancaman karhutla telah berakhir.

Ia meminta pemerintah daerah, masyarakat, dan perusahaan tetap meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah munculnya titik api baru.

Raja Juli juga mengingatkan agar pembukaan lahan tidak dilakukan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran meluas.

Menurutnya, tren penurunan hotspot juga terjadi secara nasional. Meski begitu, pemerintah tetap melakukan pemantauan dan penanganan secara intensif untuk memastikan karhutla tidak kembali meluas.

Kehadiran pemerintah pusat di Sumatera Selatan, kata Raja Juli, merupakan bagian dari upaya memastikan arahan Presiden terkait penanganan karhutla dapat diterapkan secara optimal di lapangan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia