Sumsel

Beras Premium 5 Kg Langka di Sumsel, Bulog Ungkap Penyebab dan Solusinya

Kurnia | 26 Agustus 2026, 18:15 WIB
Beras Premium 5 Kg Langka di Sumsel, Bulog Ungkap Penyebab dan Solusinya
Beras. - Freepik

AKURAT.CO SUMSEL Beras premium kemasan 5 kilogram (kg) mulai sulit ditemukan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan (Sumsel). Kondisi tersebut disebut berkaitan dengan meningkatnya biaya produksi, salah satunya akibat kenaikan harga bahan kemasan.

Pimpinan Perum Bulog Kantor Wilayah Sumsel dan Babel, Ihsan, mengatakan harga gabah di tingkat petani juga mengalami kenaikan. Namun, menurutnya, kondisi itu merupakan hal yang biasa terjadi menjelang akhir tahun.

"Kalau gabah memang rata-rata di akhir tahun itu naik, setiap tahun seperti itu iramanya. Kemarin juga waktu rendeng berakhir, harga gabah naik kemudian turun lagi," kata Ihsan, Rabu (26/8/2026).

Saat ini, harga gabah di tingkat petani berada di kisaran Rp6.800 hingga Rp7.000 per kilogram.

Sementara Bulog masih melakukan penyerapan gabah sesuai harga yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp6.500 per kilogram.

"Tapi kita (Bulog) tetap dengan harga Rp6.500 per kg, karena itu ketetapan pemerintah. Bulog hanya operator yang melakukan penyerapan," ujarnya.

Baca Juga: Beras 10 Kg Langka di Pasar Lemabang Palembang, Warga Beralih ke Kemasan 5 Kg

Ihsan mengatakan kenaikan harga gabah bukan satu-satunya faktor yang menyebabkan beras premium kemasan 5 kg sulit ditemukan.

Berdasarkan hasil pemantauan Bulog ke sejumlah mitra penggilingan, keterbatasan beras kemasan 5 kg lebih dipengaruhi kenaikan harga bahan plastik untuk kemasan.

Kondisi tersebut membuat penggilingan harus menghitung kembali biaya produksi. Jika tetap memproduksi beras premium dalam kemasan 5 kg, biaya yang dikeluarkan berpotensi membuat harga jual melewati harga eceran tertinggi (HET).

"Makanya penggilingan padi itu tidak memaksa produksi 5 kg karena pasti akan melewati HET. Harga karungnya berapa per lembar, belum upah buruh untuk mengemas itu," jelas Ihsan.

Di sisi lain, beras dalam kemasan 20 kg masih tersedia di sejumlah pasar.

Untuk menjaga ketersediaan beras dengan ukuran yang lebih terjangkau bagi masyarakat, Bulog Sumsel Babel telah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan PD Pasar.

Bulog menyiapkan pasokan beras medium kemasan 5 kg untuk mengisi kekurangan beras premium dengan ukuran yang sama.

"Harapannya masyarakat punya pilihan. Kalau tidak bisa membeli 20 kg, masyarakat bisa membeli beras medium yang 5 kg," katanya.

Bulog Sumsel Babel menyebut pasokan beras medium kemasan 5 kg mulai didistribusikan ke sejumlah pasar sejak 21 Agustus 2026.

Di Palembang, distribusi antara lain dilakukan ke Pasar Tradisional Lemabang sebanyak 23 ton dan Pasar KM 5 sekitar 13 ton.

Ihsan memastikan masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan beras. Menurutnya, stok beras yang tersimpan di gudang Bulog masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

"Stok di gudang kita sangat banyak. Stok dan kebutuhan kita cukup, bahkan kita menyuplai ke wilayah lain," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia