Sumsel

ISPA di Palembang Tembus 9.313 Kasus dalam 21 Hari, Warga Diminta Waspada Kabut Asap

Kurnia | 24 Agustus 2026, 22:00 WIB
ISPA di Palembang Tembus 9.313 Kasus dalam 21 Hari, Warga Diminta Waspada Kabut Asap
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Palembang meningkat di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dinas Kesehatan Kota Palembang mencatat 9.313 kasus ISPA sepanjang 1 hingga 21 Agustus 2026.

Jumlah tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Palembang karena terjadi saat kualitas udara di ibu kota Sumatera Selatan tersebut terus memburuk.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan tidak menganggap remeh kondisi udara saat ini.

"Data dari Dinas Kesehatan, dari 1 sampai 21 Agustus, ada 9.313 kasus ISPA. Ini tentu menjadi perhatian serius bagi kita," kata Ratu Dewa, Senin (24/8/2026).

Selain meningkatnya kasus ISPA, kondisi udara Palembang juga menunjukkan perburukan.

Pada Minggu pagi, angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Palembang mencapai 195 atau masuk kategori tidak sehat.

Angka tersebut meningkat cukup tajam dibandingkan sehari sebelumnya yang berada di angka 115.

"Angka ISPU (Minggu pagi) mencapai 195 dan masuk kategori tidak sehat. Sehari sebelumnya berada di angka 115, artinya ada kenaikan 80 poin," ujar Dewa.

Kondisi ini membuat Pemkot Palembang mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara berada pada level tidak sehat.

Baca Juga: Kualitas Udara Memburuk, Pemkot Palembang Sebar 16.500 Masker ke Masyarakat

Ratu Dewa meminta warga yang masih harus beraktivitas di luar rumah untuk menggunakan masker sebagai langkah perlindungan dari paparan asap.

Masyarakat juga diminta memperbanyak konsumsi air putih dan mengurangi aktivitas yang tidak diperlukan di luar ruangan.

"Kurangi aktivitas di luar rumah. Kalau memang harus keluar, gunakan masker dan perbanyak minum air putih," katanya.

Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada kelompok yang rentan mengalami gangguan akibat kualitas udara buruk.

Pemkot Palembang juga meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi bertambahnya warga yang mengalami gangguan pernapasan.

Seluruh puskesmas diminta memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan akibat kondisi udara.

Warga yang mengalami batuk, sesak napas atau gejala gangguan pernapasan lainnya diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Kami minta seluruh fasilitas kesehatan meningkatkan kesiapsiagaan. Kalau masyarakat mengalami gangguan pernapasan, segera datang ke puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan," ujar Dewa.

Pemkot Palembang terus memantau perkembangan kualitas udara dan kasus ISPA seiring masih berlangsungnya karhutla di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia