Sumsel

Harga Ayam di Sumsel Tembus Rp40 Ribu, Peternak Ungkap Biang Keroknya

Kurnia | 21 Agustus 2026, 18:15 WIB
Harga Ayam di Sumsel Tembus Rp40 Ribu, Peternak Ungkap Biang Keroknya
Penjual Daging Ayam.

AKURAT.CO SUMSEL Harga ayam potong di sejumlah pasar di Sumatera Selatan (Sumsel) kembali mengalami kenaikan. Saat ini, harga di tingkat konsumen berada di kisaran Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.

Kenaikan harga tersebut terjadi ketika peternak menghadapi tekanan produksi akibat cuaca panas, mahalnya biaya pakan, hingga keterbatasan air selama musim kemarau.

Ketua Asosiasi Perunggasan Sumatera Selatan, Ismaidi, mengatakan kondisi cuaca panas membuat pertumbuhan ayam pedaging tidak maksimal.

Akibatnya, ayam yang seharusnya sudah mencapai bobot ideal saat berusia sekitar 30 hari kini hanya memiliki bobot sekitar 1,6 hingga 1,8 kilogram.

"Umur ayam 30 hari biasanya sudah bisa dilakukan penjualan dengan ukuran sekitar 2 kilogram. Namun sekarang di umur 30 hari bobot ayam paling berkisar antara 1,6 sampai 1,8 kilogram," ujar Ismaidi, Jumat (21/8/2026).

Penurunan bobot ayam bukan hanya berdampak pada hasil panen. Kondisi tersebut juga membuat peternak harus menghadapi tekanan biaya pemeliharaan yang lebih besar.

Ayam yang pertumbuhannya lambat membutuhkan waktu lebih panjang untuk mencapai bobot jual. Di saat yang sama, biaya pakan dan kebutuhan operasional terus berjalan.

Ismaidi mengatakan kenaikan harga bahan bakar dan bahan baku pakan turut memengaruhi biaya produksi peternak.

Baca Juga: Tinggalkan Istri dan Dua Anak, Jasad Arman Korban Tenggelam di Sungai Musi Ditemukan

Terlebih, sebagian bahan baku pakan masih bergantung pada impor sehingga harganya ikut dipengaruhi pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat.

"Kondisi cuaca juga memberikan pengaruh terhadap produksi. Jagung dengan kondisi kemarau El Niño ini berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ayam," katanya.

Persoalan lain yang kini dihadapi peternak adalah ketersediaan air.

Air tidak hanya dibutuhkan untuk minum ayam, tetapi juga untuk menjaga kebersihan kandang. Ketika sumber air mulai berkurang, peternak harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air.

Kondisi tersebut semakin menambah beban produksi di tingkat peternak.

Menurut Ismaidi, kombinasi antara cuaca panas, keterbatasan air, harga pakan, dan biaya operasional akhirnya ikut memengaruhi harga ayam yang sampai ke tangan konsumen.

Meski harga mengalami kenaikan, Ismaidi memastikan kebutuhan ayam potong di Sumsel sejauh ini masih dapat dipenuhi oleh peternak lokal.

Konsumsi ayam potong di Sumsel diperkirakan mencapai sekitar 2,35 juta ekor per hari.

Sementara itu, harga ayam hidup atau live bird di tingkat peternak saat ini berada di kisaran Rp25.500 per kilogram.

Ismaidi menjelaskan perbedaan harga dari tingkat peternak hingga konsumen dipengaruhi oleh mekanisme pasar, termasuk biaya distribusi serta keseimbangan antara permintaan dan ketersediaan ayam.

"Kalau kebutuhan banyak, namun barang yang ada di lapangan tidak ada, tentu harga akan naik. Ini kondisi riil yang terjadi di lapangan," jelasnya.

Ismaidi berharap pembentukan harga ayam dapat dipahami secara utuh oleh masyarakat. Menurutnya, kenaikan harga di pasar tidak selalu berarti peternak sengaja menaikkan harga.

Ada sejumlah faktor produksi yang berada di luar kendali peternak, mulai dari cuaca, pakan, bahan bakar hingga ketersediaan air.

"Ke depan kita akan berusaha bagaimana agar harga tersebut disamaratakan persepsinya, agar tidak ada kesalahpahaman antara konsumen dan produsen dan tidak hanya menyalahkan produsen ketika ada kenaikan harga ayam di pasaran," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia