Tekan Tawuran Pelajar, Pemprov Sumsel Pertimbangkan Lanjutkan Retret Laskar Pandu Satria

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan membuka peluang untuk kembali menggelar program Retret Laskar Pandu Satria sebagai salah satu upaya memperkuat pembinaan karakter pelajar.
Program tersebut kembali menjadi perhatian di tengah munculnya isu tawuran pelajar di Kota Palembang.
Pemprov Sumsel menilai pembinaan siswa tidak cukup hanya dilakukan melalui pendekatan disiplin, tetapi juga perlu diarahkan pada kegiatan positif dan pembentukan karakter.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel Edward Candra mengatakan, kelanjutan program retret masih akan melihat situasi serta hasil pelaksanaan sebelumnya.
Baca Juga: Iran Tegaskan Ingin Perang Berakhkr, Survey Dukungan Warga AS ke Trump Anjlok ke Level Terendah
“Untuk Retret Laskar Pandu Satria, kita situasional. Itu program yang selalu dilaksanakan Gubernur Sumsel. Kita lihat hasilnya, nanti kita coba pada lanjutannya,” kata Edward, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, kegiatan seperti retret dapat menjadi salah satu sarana untuk membangun kedisiplinan sekaligus membentuk karakter pelajar.
Melalui kegiatan yang terarah, siswa diharapkan memiliki ruang untuk mengembangkan diri dan mengisi waktu dengan aktivitas yang lebih bermanfaat.
Namun, Edward menegaskan pembinaan pelajar tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.
Peran sekolah dan keluarga dinilai sangat penting dalam mengawasi sekaligus mengarahkan aktivitas anak.
Karena itu, kepala sekolah, guru, komite sekolah hingga orang tua diminta bersama-sama memperkuat pengawasan terhadap para pelajar.
Edward juga mengingatkan siswa agar tidak mudah terprovokasi dan terlibat dalam aksi tawuran maupun kegiatan negatif lainnya.
“Kami mengimbau anak-anak pelajar untuk menghindari dan tidak terprovokasi terhadap perilaku tawuran dan hal-hal negatif lainnya,” ujarnya.
Selain pengawasan, sekolah juga didorong memperbanyak kegiatan produktif.
Menurut Edward, aktivitas positif di lingkungan sekolah dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi waktu luang yang berpotensi digunakan untuk kegiatan yang merugikan.
“Sekolah juga harus meningkatkan kegiatan-kegiatan yang produktif untuk pelajar agar waktunya dapat digunakan untuk hal yang baik,” tutupnya.
Dengan kembali mencuatnya persoalan tawuran pelajar, Pemprov Sumsel melihat pembinaan karakter perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Retret Laskar Pandu Satria pun berpeluang kembali menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut, dengan tetap menyesuaikan kondisi dan evaluasi program sebelumnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Motorola Moto G37, Moto G77 Power dan Moto G67 Resmi Rilis di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harganya
- 2Bansos PKH BPNT Tahap 4 Cair Mulai Oktober 2026, Cek Namamu Terdaftar atau Tidak di Sini
- 3Daftar 18 Perusahaan Penyumbang Hotspot Karhula di Palembang Versi Walhi
- 4Ramalan Zodiak Hari Ini 9 Oktober 2026, 5 Zodiak Ini Punya Peluang Baik dalam Karier dan Asmara
- 522 Ribu Lebih Hotspot di Lahan Konsensi, 12 Perusahaan di Sumsel Disegel
- 6Ramalan Zodiak Libra Hari Ini 6 Oktober 2026: Karier Makin Disorot, Keuangan Jangan Impulsif
- 7Naik Tipis, Berikut Harga Emas Perhiasan Palembang Selasa 6 Oktober 2026
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 7 Oktober 2026, Ada yang Berpeluang Hoki
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









