Dinkes Sumsel Dorong Deteksi Dini, 28 Penderita HIV/AIDS Meninggal pada 2026

AKURAT.CO SUMSEL Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Selatan mencatat hubungan heteroseksual masih menjadi faktor risiko terbesar penularan HIV/AIDS di wilayah tersebut sepanjang tahun 2026.
Berdasarkan data Dinkes Sumsel, selama periode Januari hingga Mei 2026 terdapat 380 kasus baru HIV/AIDS yang ditemukan di berbagai daerah di Sumsel. Dari jumlah tersebut, sebanyak 206 kasus berasal dari kelompok heteroseksual.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa Ogatiyah, mengatakan pola penularan HIV/AIDS saat ini lebih banyak dipengaruhi perilaku seksual berisiko dibandingkan penggunaan jarum suntik seperti yang terjadi pada beberapa tahun sebelumnya.
"Kasus HIV/AIDS saat ini lebih banyak berkaitan dengan perilaku seksual berisiko dan tidak lagi didominasi oleh penggunaan jarum suntik," ujar Ira, Jumat (17/7/2026).
Baca Juga: Ditemukan Linglung di Pinggir Jalan Tengah Malam, Bocah 7 Tahun Diantar Warga ke Polisi
Selain kelompok heteroseksual, Dinkes Sumsel juga mencatat kasus HIV/AIDS pada kelompok lelaki seks dengan lelaki (LSL) sebanyak 167 kasus, kelompok homoseksual sebanyak 165 kasus, serta tujuh kasus pada kelompok biseksual.
Selama lima bulan pertama tahun ini, sebanyak 28 penderita HIV/AIDS di Sumsel dilaporkan meninggal dunia.
Berdasarkan wilayah penyebaran, Kota Palembang masih menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi di Sumatera Selatan.
Tercatat sebanyak 203 kasus ditemukan di ibu kota provinsi tersebut, terdiri dari 133 kasus HIV dan 70 kasus AIDS.
Sementara itu, Kota Lubuklinggau menempati posisi berikutnya dengan total 27 kasus, yang terdiri atas 12 kasus HIV dan 15 kasus AIDS. Dua pasien di wilayah tersebut dilaporkan meninggal dunia.
Dinkes Sumsel mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan HIV/AIDS melalui perilaku seksual yang lebih aman serta menghindari aktivitas yang berisiko menularkan virus tersebut.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan HIV secara dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila ditemukan infeksi.
Menurut Ira, deteksi dini sangat penting karena penderita HIV yang mendapatkan pengobatan secara teratur tetap dapat menjalani kehidupan produktif sekaligus menekan risiko penularan kepada orang lain.
"Dengan pemeriksaan dan pengobatan sejak dini, kualitas hidup penderita dapat tetap terjaga dan risiko penularan dapat diminimalkan," katanya.
Baca Juga: Kepercayaan Majikan Dibalas Pencurian, ART di Palembang Gasak Emas Rp44 Juta dari Dalam Brankas
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









