Produksi Hortikultura Sumsel Melonjak, Cabai Keriting Jadi Komoditas Terbesar 2025

AKURAT.CO SUMSEL Produksi tanaman sayuran dan buah-buahan semusim di Provinsi Sumatera Selatan mengalami lonjakan signifikan sepanjang 2025. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi hortikultura Sumsel meningkat hingga 44,74 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Di tengah kenaikan tersebut, cabai keriting menjadi komoditas dengan kontribusi produksi terbesar di Sumsel, menggeser sejumlah komoditas unggulan lainnya.
Cabai keriting menyumbang 14,80 persen dari total produksi sayuran dan buah-buahan semusim di Sumsel sepanjang 2025. Posisi berikutnya ditempati terung dengan kontribusi 14,55 persen, disusul mentimun sebesar 11,77 persen, cabai rawit 10,88 persen, dan semangka sebesar 7,63 persen.
Selain lima komoditas utama tersebut, kacang panjang turut memberikan kontribusi sebesar 6,70 persen, diikuti tomat 5,49 persen dan kangkung sebesar 5 persen terhadap total produksi hortikultura Sumsel.
Baca Juga: Pemerintah Minta Publik Tak Terjebak Angka Utang, Rasio terhadap PDB Jadi Ukuran Kesehatan Fiskal
Peningkatan produksi ini menunjukkan sektor hortikultura Sumsel masih memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan menopang kebutuhan pangan masyarakat maupun pasar antar daerah.
BPS Sumsel menyebut perkembangan produksi hortikultura dari tahun ke tahun cenderung mengalami fluktuasi. Kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari cuaca, serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), hingga ketersediaan air bagi petani.
Meski demikian, sebagian besar komoditas justru mencatatkan pertumbuhan produksi selama 2025.
Komoditas yang mengalami peningkatan produksi antara lain paprika, mentimun, terung, cabai keriting, kangkung, cabai rawit, kacang panjang, semangka, tomat, kentang, bawang merah, kubis, buncis, labu siam, hingga bawang daun.
Kenaikan produksi tersebut menjadi sinyal positif bagi sektor pertanian Sumsel di tengah tantangan perubahan iklim dan cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Namun tidak semua komoditas mengalami pertumbuhan. Beberapa jenis tanaman justru mengalami penurunan produksi sepanjang 2025.
Komoditas yang mengalami penurunan di antaranya bayam, sawi atau petsai, melon, wortel, cabai besar, jamur tiram, hingga stroberi.
Penurunan produksi tersebut diduga dipengaruhi perubahan pola musim tanam, serangan hama dan penyakit tanaman, serta faktor cuaca yang berdampak terhadap produktivitas lahan pertanian.
Dengan capaian pertumbuhan produksi hampir 45 persen, Sumatera Selatan dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat posisi sebagai salah satu sentra hortikultura di Pulau Sumatera, terutama untuk komoditas cabai, sayuran, dan buah-buahan semusim yang memiliki permintaan tinggi di pasar domestik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 2Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 3Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 4Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 55 Ramalan Zodiak Hari Ini 17 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuangan?
- 65 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 7Harley-Davidson Siapkan Motor Murah Sprint, Harga Berpotensi Rp30 Jutaan
- 85 Brand Kecantikan di Bawah Martha Tilaar Group, Ada PAC hingga Belia
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







