Sumsel

Dinkes Sumsel Catat 628 Kasus HFMD, Lonjakan Terjadi Sejak Mei

Kurnia | 15 Juli 2026, 19:00 WIB
Dinkes Sumsel Catat 628 Kasus HFMD, Lonjakan Terjadi Sejak Mei
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Penyebaran Flu Singapura atau Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD) di Sumatera Selatan terus menunjukkan tren peningkatan sepanjang tahun 2026. Hingga pekan ke-23, Dinas Kesehatan Sumsel mencatat sebanyak 628 kasus telah ditemukan di berbagai daerah.

Lonjakan kasus mulai terlihat sejak pertengahan tahun, seiring memasuki masa peralihan musim yang dinilai menjadi salah satu pemicu meningkatnya penularan penyakit tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumsel, Ira Primadesa Ogatiyah, mengatakan peningkatan kasus mulai terlihat signifikan sejak pekan ke-16.

Jika sebelumnya penambahan kasus hanya berkisar satu hingga belasan kasus per minggu, kini jumlah penderita bertambah hingga puluhan orang setiap pekannya.

"HFMD masih menunjukkan tren meningkat. Hingga pekan ke-23 sudah tercatat 628 kasus di Sumatera Selatan," ujar Ira, Rabu (15/7/2026).

Baca Juga: Herman Deru Sebut Truk Luar Daerah Ikut Dorong Tingginya Konsumsi Biosolar di Sumsel

Kota Palembang menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi dengan 118 penderita, disusul Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sebanyak 82 kasus.

Selanjutnya, Musi Banyuasin dan Kota Prabumulih masing-masing mencatat 78 kasus, Muara Enim 65 kasus, Lahat 62 kasus, serta Lubuklinggau sebanyak 54 kasus.

Sementara itu, Empat Lawang, OKU Timur dan Musi Rawas Utara menjadi daerah dengan jumlah kasus terendah, masing-masing hanya mencatat tiga penderita.

Menurut Ira, meningkatnya kasus Flu Singapura tidak terlepas dari perubahan cuaca saat memasuki musim kemarau maupun musim hujan.

Selain itu, tingginya aktivitas anak-anak di ruang tertutup seperti tempat bermain dalam ruangan dan area berpendingin udara juga meningkatkan risiko penularan virus.

"Selain faktor cuaca, aktivitas anak-anak di ruang tertutup juga dapat mempercepat penularan HFMD," katanya.

HFMD merupakan penyakit akibat infeksi virus yang umumnya menyerang bayi dan anak-anak berusia di bawah tujuh tahun. Meski demikian, orang dewasa juga tetap berisiko tertular apabila tidak menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Gejala awal yang perlu diwaspadai antara lain demam, muncul sariawan di mulut, ruam atau bintil pada telapak tangan dan kaki, nyeri tenggorokan, hingga ruam di area bokong.

Dinas Kesehatan Sumsel mengimbau orang tua untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala tersebut agar mendapatkan penanganan lebih cepat.

Orang tua juga diminta mewaspadai tanda bahaya seperti anak tampak lemas, mengalami kejang, sesak napas, atau tangan dan kaki terasa dingin karena kondisi tersebut dapat mengarah pada komplikasi serius.

Penularan HFMD sendiri dapat terjadi melalui kontak langsung dengan air liur, cairan hidung, cairan dari lepuhan kulit maupun feses penderita.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, serta membatasi kontak dengan penderita guna mencegah penyebaran penyakit, terutama di lingkungan sekolah dan tempat bermain anak.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia