Karhutla Kembali Terjadi di Perbatasan Palembang-Banyuasin, Helikopter Water Bombing Diterjunkan

AKURAT.CO SUMSEL Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah perbatasan Kota Palembang dan Kabupaten Banyuasin. Tim gabungan bergerak cepat melakukan pemadaman sehingga api berhasil dikendalikan sebelum meluas.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (10/7/2026) di kawasan perbatasan Kelurahan Talang Betutu, Kecamatan Sukarame, Palembang, dengan Desa Pengkalan Benteng, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan kebakaran melanda lahan semak belukar dengan luas sekitar tiga hektare.
"Tim langsung menuju lokasi setelah menerima informasi adanya titik api. Proses pemadaman dimulai sekitar pukul 13.20 WIB dan berhasil dikendalikan pada pukul 16.20 WIB," ujarnya, Sabtu (11/7/2026).
Baca Juga: Karhutla di Sumsel Tembus 306 Kejadian, PALI hingga Muba Jadi Wilayah Paling Rawan
Menurut Ferdian, dari total lahan yang terdampak, sekitar 1,5 hektare berhasil dipadamkan secara langsung hingga kondisi api dapat dikendalikan dan tidak lagi menyebar.
Untuk mempercepat penanganan, tim gabungan mengerahkan personel dari Manggala Agni Daops Sum-XIV/Banyuasin, TNI, Polri, serta Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palembang.
Selain pemadaman darat, satu unit helikopter water bombing juga diterjunkan untuk membantu menjinakkan api dari udara, terutama pada area yang sulit dijangkau petugas.
Langkah tersebut dilakukan guna mencegah kebakaran meluas ke wilayah sekitar yang mulai mengering akibat musim kemarau.
Berdasarkan hasil identifikasi awal, lahan yang terbakar didominasi vegetasi semak belukar, belidang, gegas, dan gelam. Lokasi kebakaran berada di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL) dengan jenis tanah mineral.
Sementara itu, status kepemilikan lahan diduga merupakan milik masyarakat. Hingga kini penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat kondisi cuaca yang semakin kering dapat mempercepat penyebaran api.
Memasuki puncak musim kemarau, pemerintah juga terus meningkatkan patroli di daerah rawan karhutla serta memantau kemunculan titik panas sebagai langkah antisipasi agar kebakaran tidak meluas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Pre-Order iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max di iBox, Cek Jadwal dan Promo
- 25 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 13 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dan Tantangan
- 3Ramalan Zodiak Leo Hari Ini, Cinta, Karier, dan Keuangan
- 4Kabut Asap Mulai Mereda, 52 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Berjalan Lancar
- 5Penggerebekan Narkoba di Lorong Jayalaksana Palembang, Polisi Sita 4 Paket Sabu
- 6BMKG Prediksi Seluruh Wilayah Sumsel Akan Dilanda Hujan Hari Ini
- 7Sinopsis dan Daftar Pemain Bapak Paling Jujur, Tayang Mulai 15 Oktober 2026
- 85 Ramalan Zodiak Akhir Pekan, Saatnya Bersantai dan Menata Kembali Prioritas
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








