Antrean BBM di Sumsel Disorot, Herman Deru Ungkap Dugaan Permainan Mafia Solar

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mulai menyoroti dugaan praktik mafia dan sindikat bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang disebut menjadi salah satu penyebab utama antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di berbagai daerah di Sumsel.
Gubernur Herman Deru mengatakan persoalan antrean kendaraan untuk mendapatkan solar subsidi bukan lagi sekadar persoalan keterbatasan pasokan, melainkan juga berkaitan dengan praktik penyalahgunaan distribusi di lapangan.
Menurutnya, terdapat indikasi adanya oknum yang memanfaatkan lebih dari satu barcode pembelian BBM subsidi hingga praktik pengangkutan BBM menggunakan kendaraan tertentu yang membuat alokasi solar di SPBU lebih cepat habis.
"Persoalan ini sudah lama terjadi dan harus diselesaikan secara menyeluruh, mulai dari pengawasan distribusi hingga penegakan hukum," ujar Herman, Rabu (8/7/2026).
Pemprov Sumsel pun meminta keterlibatan aparat kepolisian untuk menangani dugaan pelanggaran pidana, sementara pengawasan distribusi akan melibatkan regulator di sektor migas.
Baca Juga: Pemkot Palembang Perkuat Pengawasan Kota, 100 CCTV Baru Siap Dipasang
Selain itu, pemerintah daerah juga akan melakukan pemetaan terhadap SPBU yang kerap mengalami antrean panjang guna mengetahui apakah persoalan berasal dari distribusi, kuota, atau faktor lain di lapangan.
"Harus dilihat satu per satu, apakah kuotanya sudah sesuai, apakah distribusinya lancar, atau ada persoalan lain yang menyebabkan antrean terus terjadi," katanya.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Sumsel segera membentuk satuan tugas (satgas) pengawasan distribusi dan penyaluran BBM subsidi di seluruh SPBU di wilayah Sumatera Selatan.
Satgas tersebut nantinya akan melibatkan berbagai instansi, mulai dari unsur pemerintah daerah hingga aparat penegak hukum dan petugas lalu lintas guna memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai aturan.
Herman Deru juga menegaskan bahwa kebijakan pembatasan waktu pengisian BBM di sejumlah SPBU bukanlah penyebab utama antrean panjang seperti yang berkembang di masyarakat.
Ia menjelaskan kebijakan tersebut hanya diterapkan di sebagian kecil SPBU di Kota Palembang, terutama yang lokasinya berpotensi mengganggu arus lalu lintas dan akses menuju fasilitas vital seperti kawasan bandara.
Saat ini, dari puluhan SPBU yang beroperasi di Palembang, hanya sebagian kecil yang menerapkan pengaturan waktu pengisian BBM subsidi tersebut.
Meski demikian, pemerintah tetap membuka peluang penyesuaian kuota di tingkat kabupaten, kota, maupun SPBU tertentu apabila memang diperlukan berdasarkan hasil evaluasi di lapangan.
Pemprov Sumsel berharap langkah pengawasan yang lebih ketat serta koordinasi lintas instansi dapat mengurangi antrean panjang kendaraan di SPBU dalam beberapa pekan ke depan sehingga distribusi BBM subsidi benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak menerimanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Pre-Order iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max di iBox, Cek Jadwal dan Promo
- 25 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 13 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dan Tantangan
- 3Ramalan Zodiak Leo Hari Ini, Cinta, Karier, dan Keuangan
- 4Kabut Asap Mulai Mereda, 52 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Berjalan Lancar
- 5BMKG Prediksi Seluruh Wilayah Sumsel Akan Dilanda Hujan Hari Ini
- 6Penggerebekan Narkoba di Lorong Jayalaksana Palembang, Polisi Sita 4 Paket Sabu
- 7Sinopsis dan Daftar Pemain Bapak Paling Jujur, Tayang Mulai 15 Oktober 2026
- 85 Ramalan Zodiak Akhir Pekan, Saatnya Bersantai dan Menata Kembali Prioritas
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








