Progres Flyover JPL 123 Muara Enim Baru 16 Persen, Herman Deru Minta Tepat Waktu

AKURAT.CO SUMSEL Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru meninjau langsung progres pembangunan Flyover JPL 123 di Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Muara Enim, Senin (6/7/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proyek infrastruktur strategis itu berjalan sesuai jadwal dan dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
Dalam peninjauan itu, Herman Deru menerima paparan dari pihak pelaksana terkait perkembangan pembangunan. Hingga awal Juli 2026, progres fisik proyek telah mencapai sekitar 16 persen dari total panjang jembatan yang direncanakan mencapai 605 meter.
Menurut Herman Deru, pembangunan flyover tersebut menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan yang selama ini terjadi di perlintasan sebidang kereta api, sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
"Sebelumnya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama PT KAI, PT Bukit Asam, serta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional telah menyepakati pembangunan flyover di empat titik. Sementara Flyover JPL 123 ini merupakan proyek yang sudah direncanakan lebih dahulu karena menjadi kebutuhan mendesak masyarakat," ujarnya.
Baca Juga: Ketua Komisi VIII DPR: Usulan UU Terkait LGBT Sah Diajukan Asal Berdasarkan Kajian Akademik
Ia menjelaskan, pembangunan flyover tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan diharapkan dapat dipercepat karena menggunakan konstruksi baja dan box girder.
"Progresnya sudah mencapai 16 persen. Mudah-mudahan pengerjaannya bisa lebih cepat sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat," katanya.
Herman Deru menilai keberadaan flyover sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara kelancaran transportasi logistik, khususnya angkutan batubara, dengan aktivitas masyarakat.
Menurutnya, meningkatnya volume angkutan kereta api seiring pengembangan proyek strategis nasional di sektor pelabuhan harus diimbangi dengan infrastruktur yang memadai agar tidak menimbulkan kemacetan di kawasan perkotaan.
"Logistik batubara merupakan kebutuhan nasional, tetapi aktivitasnya tidak boleh menghambat mobilitas masyarakat. Karena itu pembangunan jembatan layang menjadi solusi agar perjalanan kereta api dan lalu lintas kendaraan dapat berjalan lancar secara bersamaan," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Herman Deru juga meminta seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat, mendukung penyelesaian proyek sesuai target.
Ia menegaskan proses administrasi maupun pekerjaan di lapangan harus berjalan beriringan agar pembangunan tidak mengalami hambatan.
"Saya berharap seluruh pemangku kepentingan terus bekerja sama sehingga proyek ini dapat selesai tepat waktu. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan siap memberikan dukungan sesuai kebutuhan," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Pre-Order iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max di iBox, Cek Jadwal dan Promo
- 25 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 13 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dan Tantangan
- 3Ramalan Zodiak Leo Hari Ini, Cinta, Karier, dan Keuangan
- 4Kabut Asap Mulai Mereda, 52 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Berjalan Lancar
- 5Curi HP Marbot Masjid di Palembang, Remaja 14 Tahun Diserahkan Korban ke Polisi
- 6Pemprov Sumsel Atur Jam Operasional 10 SPBU di Palembang, Ini Jadwalnya
- 7BSU Oktober 2026 Belum Resmi Diumumkan, Ini Cara Cek Informasinya
- 8Suhu Palembang Diprediksi Tembus 37 Derajat Celsius Akhir Oktober, Warga Diminta Waspada Karhutla
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








