Karhutla di Sumsel Melonjak, PALI Jadi Wilayah Paling Rawan dengan 44 Kejadian

AKURAT.CO SUMSEL Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan terus menunjukkan tren peningkatan selama musim kemarau 2026.
Hingga 25 Juni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat sebanyak 191 kejadian karhutla tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Lonjakan kejadian mulai terlihat sejak Mei dan masih terus berlanjut sepanjang Juni. Kondisi ini membuat sejumlah daerah masuk dalam kategori rawan karhutla dan menjadi fokus penanganan pemerintah.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan sepanjang Januari hingga April jumlah kejadian karhutla masih relatif rendah dengan total 11 kasus. Namun memasuki musim kemarau, angka tersebut meningkat drastis.
"Total kejadian hingga 25 Juni mencapai 191 kasus. Pada Mei tercatat 91 kejadian, sedangkan hingga 25 Juni ini sudah ada 89 kejadian," kata Sudirman, Sabtu (26/6/2026).
Berdasarkan pemetaan BPBD Sumsel, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menjadi daerah dengan jumlah kejadian tertinggi, yakni 44 kasus. Angka tersebut menempatkan PALI sebagai satu-satunya wilayah yang masuk kategori zona merah.
Baca Juga: Simpan Revolver Rakitan di Gulungan Kasur, Mandor Perusahaan di OKU Timur Ditangkap Polisi
Sementara itu, empat daerah lainnya berada dalam kategori zona oranye karena mencatat antara 16 hingga 30 kejadian.
Wilayah tersebut meliputi Musi Banyuasin dengan 34 kejadian, Muara Enim sebanyak 23 kejadian, Ogan Ilir 23 kejadian, dan Musi Rawas Utara (Muratara) dengan 16 kejadian.
Menurut Sudirman, daerah-daerah tersebut menjadi prioritas dalam penguatan upaya pencegahan dan penanganan karhutla mengingat tingginya frekuensi kebakaran yang terjadi selama musim kemarau.
Di sisi lain, sebagian besar kabupaten dan kota di Sumsel masih berada dalam kategori zona kuning dengan jumlah kejadian antara satu hingga 15 kasus.
Bahkan, hingga akhir Juni masih terdapat tiga daerah yang belum mencatatkan kejadian karhutla, yakni Empat Lawang, Pagar Alam, dan OKU Selatan.
Meski demikian, BPBD Sumsel mengingatkan seluruh pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Potensi kebakaran diperkirakan masih tinggi seiring kondisi cuaca yang semakin kering.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta memperkuat langkah-langkah pencegahan agar jumlah kejadian karhutla tidak terus bertambah selama puncak musim kemarau berlangsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Berakhir Minggu Depan, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 215 Daerah di Sumsel Berpotensi Hujan Besok Siang, Cek Daftar Wilayahnya
- 3iPhone 18 Pro Max vs Xiaomi 18 Pro Max, Adu Spek Flagship 2026: Kamera 200MP hingga Baterai 8.500 mAh
- 4Klasemen Sementara Asian Games 2026: Indonesia di Urutan 14 Raih 27 Medali
- 5Ciri-ciri Bansos PKH BPNT September 2026 Cair dan Masuk Rekening
- 6Jadwal Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Jam Berapa?
- 7Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Indonesia Vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026
- 8Samsung Galaxy A08 Resmi Rilis di Indonesia, Cek Spesifikasi dan Harganya
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









