Sumsel

Banjir Bikin Harga Cumi di Palembang Anjlok, Pedagang Putar Otak Agar Dagangan Tetap Laku

Kurnia | 15 April 2026, 14:00 WIB
Banjir Bikin Harga Cumi di Palembang Anjlok, Pedagang Putar Otak Agar Dagangan Tetap Laku
ilustrasi cumi. (ist)

AKURAT.CO SUMSEL Harga sejumlah komoditas pangan di Palembang tengah mengalami fluktuasi.

Namun, di tengah kondisi tersebut, komoditas perikanan justru menunjukkan tren penurunan harga yang cukup signifikan, terutama cumi-cumi.

Seorang pedagang ikan di Pasar Km 5 Palembang, Santo, mengungkapkan bahwa harga cumi saat ini turun drastis akibat dampak banjir yang melanda wilayah ulu Palembang.

“Biasanya Rp80 ribu per kilogram, sekarang turun jadi Rp60 ribu,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Menurut Santo, banjir menyebabkan pasokan cumi-cumi meningkat tajam.

Baca Juga: Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat, Sumsel Terancam Lebih Kering dan Rentan Karhutla

Baca Juga: Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat, Sumsel Terancam Lebih Kering dan Rentan Karhutla

Di sisi lain, permintaan dari masyarakat justru menurun. Kondisi ini membuat stok di pasar melimpah dan harga pun terpaksa turun.

Tak hanya itu, ukuran cumi yang tersedia saat ini juga cenderung lebih kecil dari biasanya.

Dalam kondisi normal, Santo bisa menjual hingga 20–30 kilogram cumi per hari. Namun kini, penjualan maksimal hanya mencapai sekitar 20 kilogram.

“Yang beli sedikit, jadi stok berlebih. Padahal harga sudah turun,” jelasnya.

Untuk menyiasati kondisi tersebut, para pedagang mulai mengurangi jumlah pasokan yang dijual setiap hari.

Selain itu, mereka juga menawarkan pembelian dalam jumlah kecil, mulai dari Rp10 ribu per porsi, agar lebih terjangkau bagi pembeli.

Langkah ini dinilai cukup efektif untuk menjaga agar dagangan tetap laku dan tidak terbuang sia-sia.

“Daripada busuk, yang penting bisa terjual,” tutup Santo.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia