Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat, Sumsel Terancam Lebih Kering dan Rentan Karhutla

AKURAT.CO SUMSEL Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 di Sumatera Selatan (Sumsel) akan datang lebih awal dari biasanya, dengan kondisi yang lebih kering dan berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Koordinator BMKG Provinsi Sumsel, Wandayantolis, mengungkapkan bahwa sekitar 64 persen wilayah zona musim (ZOM) di Sumsel akan mengalami pergeseran awal kemarau hingga dua dasarian lebih cepat dibandingkan pola normal.
Masa peralihan menuju kemarau diperkirakan mulai terjadi pada Mei 2026.
Wilayah yang pertama kali memasuki musim kemarau adalah ZOM 136, meliputi Ogan Komering Ilir (OKI) bagian selatan, yang diprediksi mulai mengering sejak awal Mei.
Baca Juga: 5 Cara Menghindari Rasa Kesal agar Tetap Tenang dan Produktif
Selanjutnya, sekitar 29 persen wilayah di bagian tengah Sumsel akan menyusul pada akhir Mei. Sementara itu, wilayah barat dan timur lainnya baru akan mengalami kemarau pada awal hingga pertengahan Juni.
Tak hanya datang lebih cepat, sifat musim kemarau tahun ini juga diprediksi berada pada kategori “bawah normal”, yang berarti curah hujan akan lebih rendah dari biasanya. Kondisi ini berpotensi memperparah kekeringan di sejumlah daerah.
“Puncak musim kemarau diprakirakan terjadi pada Juli di sebagian kecil wilayah dan Agustus di sebagian besar wilayah Sumsel,” ujar Wandayantolis.
Namun, terdapat pengecualian di beberapa zona seperti ZOM 125 (meliputi Palembang bagian barat dan sekitarnya) serta ZOM 135 (sebagian OKU Timur), yang berpotensi mengalami puncak kemarau lebih cepat, yakni maju satu bulan dari kondisi normal.
Dari sisi durasi, kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung cukup panjang, antara 7 hingga 15 dasarian. Wilayah Sumsel bagian tengah disebut akan mengalami periode terpanjang, mencapai hingga 15 dasarian atau sekitar lima bulan.
BMKG mengingatkan bahwa kombinasi kemarau yang lebih awal, lebih kering, dan berdurasi panjang dapat meningkatkan risiko krisis air serta kebakaran hutan dan lahan.
Oleh karena itu, masyarakat dan pemerintah daerah diminta segera melakukan langkah mitigasi, mulai dari pengelolaan sumber daya air hingga peningkatan kesiapsiagaan terhadap potensi karhutla.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Pre-Order iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max di iBox, Cek Jadwal dan Promo
- 45 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 13 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dan Tantangan
- 5Ramalan Zodiak Leo Hari Ini, Cinta, Karier, dan Keuangan
- 6Kabut Asap Mulai Mereda, 52 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Berjalan Lancar
- 7Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 8Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









