Sumsel

4.000 Anak SD di Palembang Sudah Divaksin Dengue, Dipantau Hingga 3 Tahun

Kurnia | 8 April 2026, 16:00 WIB
4.000 Anak SD di Palembang Sudah Divaksin Dengue, Dipantau Hingga 3 Tahun
Vaksin dengue. (Ist)

AKURAT.CO SUMSEL Program vaksinasi dengue di Kota Palembang terus menunjukkan perkembangan signifikan sejak digulirkan pada November 2025.

Hingga April 2026, sebanyak 4.000 siswa sekolah dasar dari 38 sekolah telah menerima vaksin dalam upaya menekan kasus demam berdarah dengue (DBD).

Ketua Program Pemantauan Aktif Kejadian dan Vaksinasi Dengue Palembang dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, dr. Ariesti Karmila menjelaskan bahwa program ini masih terus berjalan dan melibatkan pemantauan jangka panjang terhadap peserta.

“Sejak dimulai November 2025, saat ini sudah 4.000 anak yang divaksin dari 38 sekolah dasar, dan programnya masih berlangsung,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Menariknya, dalam pelaksanaan program ini, para orang tua peserta menerima kompensasi sebesar Rp350 ribu.

Dana tersebut diberikan sebagai pengganti biaya transportasi selama anak mengikuti rangkaian kegiatan pemantauan DBD.

Karmila menjelaskan, vaksin dengue yang digunakan merupakan hibah dari perusahaan farmasi global Takeda.

Sementara itu, dana kompensasi bagi peserta disalurkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).

Program ini merupakan hasil kolaborasi lintas institusi, melibatkan FKUI, Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri), serta Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (FK ULM).

Baca Juga: 5 Mini Soccer di Palembang dengan Fasilitas Lengkap

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Selatan, Trisnawarman, mengungkapkan bahwa dalam program ini terdapat dua kelompok perlakuan. Pertama, anak yang menerima vaksin dengue, dan kedua, anak yang tidak divaksin namun tetap menjadi bagian dari pemantauan.

“Ini dilakukan untuk melihat perbandingan efektivitas antara yang divaksin dan yang tidak,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh peserta, baik yang divaksin maupun tidak, akan dipantau selama tiga tahun ke depan. Pemantauan ini bertujuan untuk mengamati perkembangan kesehatan serta efektivitas vaksin dalam mencegah DBD.

“Selama bersedia mengikuti pemantauan tiga tahun, semua peserta mendapatkan kompensasi yang sama,” tambahnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia