Sumsel

Jumlah Bayi Lahir di Sumatera Selatan 2025 Capai 38 Ribu Lebih, Palembang Tertinggi

Kurnia | 4 April 2026, 12:00 WIB
Jumlah Bayi Lahir di Sumatera Selatan 2025 Capai 38 Ribu Lebih, Palembang Tertinggi
ilustrasi bayi.

AKURAT.CO SUMSEL Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat jumlah bayi lahir yang cukup tinggi sepanjang 2025.

Berdasarkan data terbaru, total kelahiran mencapai 38.678 jiwa, mencerminkan dinamika pertumbuhan penduduk yang terus meningkat di wilayah tersebut.

Kota Palembang menjadi daerah dengan jumlah bayi lahir tertinggi, yakni 9.027 jiwa.

Angka ini jauh melampaui kabupaten/kota lain, menegaskan posisi Palembang sebagai pusat aktivitas dan kepadatan penduduk di provinsi tersebut.

Di posisi berikutnya, Kabupaten Muara Enim mencatat 8.171 kelahiran, disusul Ogan Ilir dengan 4.173 bayi lahir dan Ogan Komering Ilir sebanyak 3.967 jiwa.

Sementara itu, sejumlah daerah mencatat angka kelahiran yang relatif lebih rendah. Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan hanya mencatat 163 bayi lahir, sedangkan Kota Pagar Alam sebanyak 207 jiwa.

Baca Juga: Cara Membuat QRIS untuk Usaha: Panduan Lengkap, Praktis, dan Menguntungkan di Era Digital

Fenomena ini menunjukkan adanya kesenjangan distribusi jumlah bayi lahir antarwilayah. Faktor seperti tingkat urbanisasi, akses layanan kesehatan, serta kondisi sosial ekonomi diduga menjadi penyebab utama perbedaan tersebut.

Di sisi lain, tingginya angka kelahiran juga diikuti perhatian terhadap kualitas kesehatan bayi.

Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya fokus pada peningkatan jumlah bayi lahir, tetapi juga memastikan penanganan bayi dengan berat badan lahir rendah serta pencegahan kasus gizi buruk.

Dengan tren ini, Sumatera Selatan dihadapkan pada tantangan besar dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan penduduk dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia