Sumsel

Arus Balik Lebaran 2026, Trafik Penumpang di Bandara SMB II Naik, Kargo Justru Turun Tajam

Kurnia | 26 Maret 2026, 18:00 WIB
Arus Balik Lebaran 2026, Trafik Penumpang di Bandara SMB II Naik, Kargo Justru Turun Tajam
Ilustrasi penerbangan SMB II.

AKURAT.CO SUMSEL Arus balik Lebaran 2026 membawa lonjakan signifikan pada pergerakan penumpang dan pesawat di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II.

Namun di tengah peningkatan tersebut, sektor kargo justru mencatat penurunan cukup dalam.

General Manager bandara, Ahmad Syaugi Shahab, mengungkapkan pergerakan pesawat selama periode arus balik mencapai 80 penerbangan atau tumbuh 33,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 60 penerbangan.

“Pertumbuhan ini menunjukkan mobilitas masyarakat masih tinggi pasca-Lebaran,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Dari sisi penumpang, hingga 24 Maret 2026 pukul 23.45 WIB, total trafik tercatat sebanyak 12.846 orang atau naik 24,5 persen secara tahunan (year-on-year).

Tingkat keterisian kursi (load factor) juga tergolong tinggi, mencapai 87,9 persen.

“Ini menandakan sebagian besar penerbangan terisi optimal,” kata Syaugi.

Meski demikian, performa ketepatan waktu penerbangan masih menjadi catatan.

Baca Juga: THR Bermasalah! 67 Pekerja di Sumsel Adukan Perusahaan

Dari total 80 penerbangan, sebanyak 52 penerbangan tercatat tepat waktu, sementara 28 lainnya mengalami keterlambatan. Tingkat On Time Performance (OTP) berada di angka 65 persen.

“Walaupun terdapat delay, operasional bandara secara umum masih terkendali di tengah lonjakan trafik,” jelasnya.

Di sisi lain, angkutan kargo mengalami kontraksi signifikan. Volume kargo hanya mencapai 3,9 ton, turun 52,9 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 8,3 ton.

Untuk komposisi penerbangan, rute domestik masih mendominasi dengan 76 pergerakan pesawat dan 12.261 penumpang.

Sementara penerbangan internasional tercatat terbatas, yakni lima pergerakan dengan 585 penumpang.

Syaugi menambahkan, pemanfaatan slot penerbangan selama periode ini telah mencapai 100 persen.

Namun realisasi penerbangan tambahan (extra flight) belum maksimal, baru mencapai 60,7 persen atau 17 penerbangan dari rencana 28 penerbangan.

“Masih ada gap antara rencana dan realisasi extra flight,” ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia