Kasus Campak Melonjak, Dinkes Palembang Gencarkan Vaksinasi Tambahan Jelang Lebaran

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengambil langkah cepat guna mengantisipasi lonjakan kasus campak menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H.
Sebagai langkah preventif, Dinkes menyiapkan stok vaksin tambahan menyusul tren kenaikan kasus yang signifikan dalam tiga bulan terakhir.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan, mengungkapkan bahwa fenomena kenaikan kasus ini tidak hanya terjadi di Palembang, namun juga merata di hampir seluruh wilayah Indonesia.
"Peningkatan kasus ini sangat berkaitan dengan masih rendahnya cakupan vaksinasi di tengah masyarakat," ujar Yudhi, Jumat (13/3/2026).
Berdasarkan data Dinkes Palembang, tercatat sebanyak 456 kasus suspect campak sejak Januari hingga Maret 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 65 kasus telah dikonfirmasi positif berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.
Guna memutus rantai penularan, Yudhi menjelaskan pihaknya akan menjalankan program Outbreak Response Immunization (ORI). Program ini menyasar anak usia 9 hingga 59 bulan untuk mendapatkan vaksin tambahan tanpa memandang status imunisasi sebelumnya.
Baca Juga: BNNP Sumsel Musnahkan 9.679 Ekstasi dan Ratusan Liquid Vape Etomidate
"Vaksin tambahan ini krusial untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) sehingga virus tidak mudah menyebar luas," tambahnya.
Masyarakat diimbau untuk lebih peka dan waspada terhadap kemunculan gejala awal campak pada anak, yang ditandai dengan demam tinggi mencapai lebih dari 39 derajat Celsius serta munculnya ruam merah yang menyebar dengan cepat ke seluruh tubuh.
Selain itu, orang tua perlu memperhatikan adanya gejala penyerta yang lebih serius, seperti sesak napas, kejang, hingga gangguan pencernaan berupa diare dan muntah, yang memerlukan penanganan medis segera di fasilitas kesehatan terdekat.
Yudhi mengimbau orang tua untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat jika menemukan tanda-tanda tersebut. Selain itu, ia menyoroti risiko penularan selama tradisi silaturahmi Lebaran yang identik dengan kerumunan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk memastikan status imunisasi anak sudah lengkap sebelum melakukan perjalanan mudik atau menghadiri perkumpulan keluarga saat Lebaran nanti," tegasnya.
Pihak Dinkes juga telah menginstruksikan seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit di Palembang untuk memperkuat edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada masyarakat luas guna menekan laju penyebaran virus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Pre-Order iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max di iBox, Cek Jadwal dan Promo
- 25 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 13 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dan Tantangan
- 3Ramalan Zodiak Leo Hari Ini, Cinta, Karier, dan Keuangan
- 4Kabut Asap Mulai Mereda, 52 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Berjalan Lancar
- 5BMKG Prediksi Seluruh Wilayah Sumsel Akan Dilanda Hujan Hari Ini
- 6Penggerebekan Narkoba di Lorong Jayalaksana Palembang, Polisi Sita 4 Paket Sabu
- 7Sinopsis dan Daftar Pemain Bapak Paling Jujur, Tayang Mulai 15 Oktober 2026
- 85 Ramalan Zodiak Akhir Pekan, Saatnya Bersantai dan Menata Kembali Prioritas
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









