Vaksinasi PMK di Sumsel Lamban, Baru 300 Sapi Divaksin Akibat Distribusi Pusat Terhambat

AKURAT.CO SUMSEL Upaya Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) untuk mewujudkan status bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menghadapi ganjalan di awal tahun 2026. Hingga memasuki pekan kedua Februari, realisasi vaksinasi pada ternak sapi tercatat masih sangat rendah akibat keterlambatan pasokan vaksin dari pemerintah pusat.
Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel melaporkan, sejak penyuntikan dimulai pada pekan ketiga Januari hingga 5 Februari 2026, baru sekitar 300 ekor sapi yang berhasil divaksinasi. Angka ini dinilai jauh dari target ideal populasi ternak di wilayah tersebut.
"Pelaksanaannya memang belum maksimal. Hal ini disebabkan oleh distribusi vaksin dari pusat yang baru kami terima pada minggu ketiga Januari," ujar Kepala DKPP Sumsel, Ruzuan Efendi, saat memberikan keterangan di Palembang, Selasa (10/2/2026).
Meski mengawali tahun dengan progres lambat, Ruzuan memastikan pihaknya akan segera melakukan akselerasi. Saat ini, Sumsel telah menerima kiriman terbaru sebanyak 20.000 dosis vaksin PMK yang langsung disalurkan ke 17 kabupaten/kota.
DKPP Sumsel kini menginstruksikan pemerintah daerah di tingkat kabupaten dan kota untuk bergerak cepat mengaktifkan tim vaksinator di lapangan. Kecepatan eksekusi di tingkat daerah menjadi kunci agar populasi ternak tidak keburu terpapar wabah yang bisa melumpuhkan ekonomi peternak lokal.
"Dengan ketersediaan vaksin yang sudah ada di daerah saat ini, fokus utama kami adalah percepatan. Kami mendorong seluruh tim lapangan untuk segera merampungkan sisa dosis yang ada," tambahnya.
Penyakit Mulut dan Kuku tetap menjadi ancaman serius bagi sektor peternakan di Sumsel. Selain risiko kematian pada ternak, wabah ini berdampak langsung pada penurunan produktivitas daging dan gangguan rantai distribusi yang merugikan peternak kecil secara finansial.
Langkah vaksinasi ini merupakan bagian dari peta jalan nasional untuk membersihkan Indonesia dari virus PMK secara total dalam beberapa tahun ke depan.
"Target nasional kita sudah jelas, yakni Indonesia bebas PMK pada tahun 2030. Oleh karena itu, hambatan logistik seperti ini harus segera diatasi dengan percepatan di lapangan agar tren kesehatan hewan tetap terjaga," tegas Ruzuan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 15 Ramalan Zodiak Hari Ini 21 Oktober 2026, Ada Peluang Baru hingga Urusan Asmara
- 25 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 20 Oktober 2026: Cinta, Karier, dan Keuangan
- 3Kumpulan Link Twibbon Hari Santri Lengkap dengan Cara Membuatnya
- 4Bergerak Naik, Cek Harga Emas Perhiasan Palembang Rabu 21 Oktober 2026
- 5Ramalan Zodiak Scorpio Hari Ini 22 Oktober 2026: Karier, Cinta, dan Keuangan
- 6Tarif Listrik Terbaru Oktober 2026, Berlaku Golongan Subsidi dan Non Subsidi
- 7Pencairan Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Berakhir Minggu Depan, Cek Penerima PKH BPNT di Sini
- 8Ada Demo 2 Tahun Prabowo Gibran Hari Ini di Jakarta, Bawa 5 Tuntutan Karhutla Sampai Biaya Pendidikan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









