Sumsel

Ribuan Rumah di Muara Enim Diterjang Banjir Bandang, Akses Jalan Lintas Sumatera Terpaksa Dialihkan

Deni Hermawan | 23 Mei 2024, 12:27 WIB
Ribuan Rumah di Muara Enim Diterjang Banjir Bandang, Akses Jalan Lintas Sumatera Terpaksa Dialihkan

AKURAT.CO SUMSEL Ribuan rumah warga di Lawang Kidul Kabupaten Muaraenim, Sumsel, diduga disapu banjir bandang dengan kedalaman hingga 4 meter, Kamis (23/5/2024).

Berdasarkan informasi yang berhasil di himpun di lapangan, hujan deras yang melanda kawasan ini membuat sungai enim meluap, dari pukul 01.00 Wib tadi malam.

Akibatnya air naik dan menyapu bersih ribuan rumah warga  di 4 desa dan 3 kelurahan yang ada di kecamatan Lawang Kidul kabupaten Muaraenim.

Camat Kecamatan Lawang Kidul Andrille Martin SE Kp bersama Kapolsek Lawang Kidul Iptu Kms Erwin SH MH dan unsur tripika kecamatan langsung turun kelokasi banjir dan berkoordinasi dengan BPBD, Tim Rescue untuk mengevakuasi warganya yang lansia, ibu hamil dan anak-anak.

Sementara itu, Kapolsek Lawang Kidul Iptu Kms Erwin  telah berkoordinasi dengan Satlantas Polres Muara Enim dan Polsek Tanjung Agung, untuk melakukan penyekatan mulai dari Jembatan Enim II dan wilayah Tanjung Agung.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi agar tidak terjadi penumpukan kendaraan dilokasi banjir.

Jalan Lintas Sumatera Baturaja-Muaraenim Lumpuh

Akibat banjir ini jalan lintas Sumatera Baturaja-Muaraenim tutup total pasalnya jalan lintas tersebut pun di sapu banjir sekitar 2 kilo meter. Arus lalu lintas pun di alihkan ke jalan alternatif BTN Air Paku.

Camat Kecamatan Lawang Kidul  Andrille Martin saat diwawancarai mengatakan bahwa dalam bencana banjir tersebut hampir 85 persen wilayah dalam kecamatan lawang kidul terendam banjir.

"Karena dari 4 desa dan 3 kelurahan yang ada rata-rata banjir semua, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Hanya saja, banyak warga yang tidak sempat menyelamatkan harta bendanya," katanya.

Dijelaskannya bahwa banjir ini merupakan banjir kiriman ditambah dengan hujan yang melanda kawasan kecamatan lawang kidul.

"Air ini cepat sekali naik,dan ini banjir terbesar yang pernah terjadi, biasanya jam segini sudah surut, tapi ini belum surut, kami menghimbau agar masyarakat tetap waspada karena di khawatirkan ada banjir susulan,"katanya.

Andrille Martin mengatakan bahwa sebagai gerak cepat pemerintah terhadap bencana banjir ini langsung mendirikan posko tanggap darurat bencana banjir yang di pusatkan di Masjid As Sa'adah, Tanjung Enim.

Fikri (43) warga kelurahan Pasar Tanjung Enim mengaku bahwa tak menyangka banjir yang melanda kali ini begitu cepat naik dan merendam seluruh isi rumahnya.

“Saat air naik kami sedang tertidur lelap, saat bangun  ternyata sudah banjir. Karena air yang begitu cepat naik kami tidak sempat menyelamatkan harta benda. Kami keluar rumah dulu menyelamatkan diri takut terseret air, katanya. (ika)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
A