Sumsel di Guyur Hujan, Api Karhutla di Sumsel Padam Signifikan

AKURAT.CO SUMSEL Hujan yang mengguyur Sumatera Selatan (Sumsel) dalam beberapa hari terakhir membawa angin segar dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Plh. Kalaksa BPBD Sumsel, Aksoni melalui Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengungkapkan bahwa daerah yang sebelumnya mengalami Karhutla kini berangsur padam.
“Beberapa lokasi, seperti Lais di Musi Banyuasin dan Penukal Utara di PALI, mengalami penurunan intensitas kebakaran berkat bantuan hujan. Pemadaman yang dilakukan oleh Satgas Udara juga sangat efektif,” ujarnya, Senin (4/11/2024).
Kebakaran di kedua wilayah tersebut dimulai pada Sabtu (2/11) dan pemadaman dilakukan intensif selama dua hari terakhir. Dengan menggunakan teknik water bombing, sebanyak 27 kali operasi dilakukan di Lais, sementara di Penukal Utara mencapai 41 kali.
Namun, meskipun beberapa daerah menunjukkan kemajuan, beberapa lokasi lain masih dalam kondisi terbakar. Di Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir (OKI), dua helikopter masih dikerahkan untuk melakukan water bombing sebanyak 51 kali, dan kebakaran di daerah ini masih menyisakan asap.
Hal serupa terjadi di Muara Enim, di mana kebakaran masih melanda Gelumbang dengan 83 kali water bombing yang dilakukan oleh dua helikopter.
Baca Juga: Kunjungan Wisatawan Nusantara ke Sumsel Tembus 12,87 Juta, Palembang Jadi Destinasi Favorit
“Hari ini, patroli udara melakukan pemantauan untuk menilai sisa-sisa kebakaran. Jika diperlukan, kami siap melakukan water bombing kembali,” katanya.
Seluruh upaya pemadaman Karhutla di empat daerah—Muara Enim, OKI, PALI, dan Muba—melibatkan lima helikopter dan menghasilkan 202 kali water bombing selama tujuh kali sorti.
Di sisi lain, laporan dari LAPAN (Hotspot BRIN) menunjukkan bahwa pada Minggu (3/11), tidak terdeteksi hotspot baru di Sumsel. Pada hari sebelumnya, hanya satu titik terpantau. Ini merupakan penurunan signifikan dibandingkan bulan lalu, yang mencatatkan 710 hotspot pada Oktober.
Sementara itu, total hotspot yang terdeteksi sepanjang tahun ini mencapai 4.415 titik, lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2021 dan 2022, tetapi tidak sebanding dengan jumlah hotspot yang ditemukan pada tahun 2020 dan 2023, yang masing-masing mencapai 4.536 dan 20.547 titik. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 17 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuangan?
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







