Sumsel

Debat Terakhir Pilgub Sumsel 2024, Tiga Paslon Ungkap Solusi untuk Masalah Utama di Sumsel

Deni Hermawan | 22 November 2024, 09:20 WIB
Debat Terakhir Pilgub Sumsel 2024, Tiga Paslon Ungkap Solusi untuk Masalah Utama di Sumsel

AKURAT.CO SUMSEL Tiga pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan tampil dalam debat terakhir Pilgub Sumsel 2024, Kamis (21/11/2024) malam.

Para kandidat memaparkan program prioritas mereka untuk menghadapi tantangan utama di provinsi ini. Ketiga paslon hadir dengan gagasan yang berfokus pada isu sosial, pendidikan, dan ekonomi.

Paslon Nomor Urut 01: Herman Deru - Cik Ujang

Herman Deru, bersama pasangannya Cik Ujang, menyoroti masalah rumah tidak layak huni (RTLH) di Sumsel yang masih menjadi persoalan mendesak. Herman Deru menjelaskan bahwa ada dua kategori kawasan kumuh di wilayah tersebut: rumah yang tidak higienis dan kawasan yang terlalu padat penduduk.

"Kawasan kumuh karena masalah kebersihan dapat diatasi dengan perbaikan sanitasi. Namun, untuk kepadatan penduduk, solusi yang lebih menyeluruh adalah penyediaan lahan baru," kata Herman Deru.

Ia menegaskan bahwa penyediaan lahan tersebut tidak harus bergantung pada dana APBN atau APBD, tetapi bisa dicapai dengan gotong royong bersama perusahaan besar yang ada di Sumsel.

Paslon Nomor Urut 02: Eddy Santana Putra - Riezky Aprilia

Sementara itu, pasangan Eddy Santana Putra dan Riezky Aprilia fokus pada isu pendidikan, terutama mengenai pungutan liar (pungli) di sekolah-sekolah. Eddy Santana berkomitmen untuk memberantas praktik pungli di SMA dan SMK dalam waktu satu tahun kepemimpinannya jika terpilih.

"Kami berjanji menghapus pungli dan menjamin pendidikan gratis. Jika dalam setahun tidak tercapai, kami siap mundur dari jabatan," tegas Eddy Santana.

Selain itu, pasangan ini ingin mengangkat peringkat literasi Sumsel yang saat ini berada di posisi 30 dari 38 provinsi.

Mereka menargetkan Sumsel masuk dalam 10 besar provinsi terbaik di bidang literasi dengan memberikan dukungan kepada guru, meningkatkan insentif, dan menjalankan program "Satu Desa Lima Sarjana" untuk petani, buruh, dan nelayan.

Pasangan nomor urut dua ini juga merencanakan program kesehatan gratis dan peningkatan kualitas layanan kesehatan di Sumsel. Di sektor ekonomi, Eddy mengusulkan dukungan bagi UMKM melalui program peminjaman modal usaha dan modernisasi pasar tradisional.

Mereka juga ingin memperkuat hilirisasi industri dengan mengembangkan Pelabuhan Tanjung Carat dan meningkatkan Bandara SMB II menjadi bandara internasional kelas dunia.

Paslon Nomor Urut 03: Mawardi Yahya - RA Anita Noeringhati

Mawardi Yahya bersama RA Anita Noeringhati, atau yang lebih dikenal dengan sebutan "Matahati," menegaskan komitmen mereka pada program kesehatan dan pendidikan gratis, melanjutkan program yang pernah sukses dijalankan.

Mawardi juga menyoroti pentingnya melanjutkan pembangunan infrastruktur ekonomi yang tertunda demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja baru.

Pasangan ini ingin membangkitkan ekosistem bagi UMKM, khususnya bagi generasi milenial dan Gen Z, agar lebih terlibat dalam upaya peningkatan ekonomi Sumsel. Mawardi juga menekankan pentingnya mengembalikan alokasi bantuan Pemprov untuk desa-desa serta pesantren.

Di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan, mereka berjanji meningkatkan produktivitas untuk menjadikan Sumsel sebagai lumbung pangan nasional, sejalan dengan program nasional yang didukung Presiden Prabowo Subianto.

Debat ketiga ini menjadi ajang bagi ketiga paslon untuk menegaskan kembali komitmen mereka dalam mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi Sumsel. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto