Sumsel

Harga Gabah Naik, NTP Sumsel Alami Kenaikan 1,24 Persen di Mei 2025

Maman Suparman | 3 Juni 2025, 21:00 WIB
Harga Gabah Naik, NTP Sumsel Alami Kenaikan 1,24 Persen di Mei 2025

AKURAT.CO SUMSEL Nilai Tukar Petani (NTP) di Sumatra Selatan mencatatkan peningkatan sebesar 1,24% pada Mei 2025 dibandingkan bulan sebelumnya.

Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya harga gabah di tingkat petani, yang turut memperbaiki kesejahteraan pelaku sektor pertanian di wilayah tersebut.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Selatan, Moh Wahyu Yulianto, menjelaskan bahwa NTP Sumsel pada Mei 2025 tercatat sebesar 125,01.

"Peningkatan ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani naik 0,78%, meskipun indeks harga yang dibayar petani mengalami penurunan sebesar 0,46%," ujar Wahyu dalam keterangannya, Senin (2/6/2025).

Dari lima subsektor yang dipantau, hanya satu subsektor yang mengalami penurunan yaitu hortikultura, dengan nilai indeks 94,27 atau turun sebesar 1,01%.

Sementara itu, subsektor tanaman pangan mencatatkan pertumbuhan paling signifikan dengan kenaikan 2,04% dan indeks mencapai 100,95.

"Tanaman pangan menjadi penyumbang utama karena adanya lonjakan harga gabah di tingkat petani," tambahnya.

Baca Juga: Sedang Salat di Mushola, Kakek di Palembang Dianiaya Tetangga Sendiri, Pelaku Sudah Ditangkap Polisi

Subsektor lainnya juga menunjukkan tren positif, seperti tanaman perkebunan rakyat dengan indeks 135,21 (naik 1,06%), peternakan dengan indeks 103,43 (naik 3,73%), dan perikanan yang tercatat sebesar 105,82 (naik 0,22%).

Wahyu merinci beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga dan turut mendongkrak NTP, di antaranya gabah, kopi, kelapa sawit, serta biji kakao. Dari sektor peternakan, ayam ras pedaging menjadi komoditas utama yang mencatatkan kenaikan harga.

Selain itu, indeks biaya produksi dan tambahan barang modal juga mengalami peningkatan, terutama pada item seperti pupuk, upah panen, upah bajak, dan bahan tambahan seperti KCL.

"Tren ini menjadi sinyal positif bagi kesejahteraan petani, meski masih ada tantangan di subsektor hortikultura yang perlu mendapat perhatian lebih," pungkas Wahyu.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia