Sumsel

Dampak Tarif Impor AS Dinilai Minim terhadap Neraca Dagang Sumsel

Maman Suparman | 23 Juli 2025, 22:00 WIB
Dampak Tarif Impor AS Dinilai Minim terhadap Neraca Dagang Sumsel

AKURAT.CO SUMSEL  Pengenaan tarif impor sebesar 19% oleh Amerika Serikat terhadap produk asal Indonesia dinilai belum berdampak signifikan terhadap neraca perdagangan Sumatra Selatan. Hal ini disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Selatan, Bambang Pramono.

Menurut Bambang, pangsa ekspor Sumsel ke AS saat ini masih tergolong kecil, hanya sebesar 7,60% atau senilai USD32,33 juta. Komoditas utama yang dikirim ke Negeri Paman Sam adalah karet. Sementara itu, dari sisi impor, kontribusi AS lebih rendah lagi, yakni hanya 0,85% atau sekitar USD0,73 juta.

“Dari sisi neraca perdagangan langsung, pengaruh tarif ini tidak akan signifikan terhadap kinerja perdagangan Sumsel secara keseluruhan, karena mitra dagang utama Sumsel justru China, India, dan Vietnam,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (23/7/2025).

Tercatat, ekspor Sumsel ke China mencapai 48,18%, India 12,66%, dan Vietnam 10,62%. Ketiga negara tersebut mendominasi perdagangan luar negeri Sumsel, jauh melampaui kontribusi Amerika Serikat.

Baca Juga: 1.778 Tenaga Honorer R4 Palembang Didorong Jadi PPPK Paruh Waktu, Pemkot Sudah Ajukan ke Kemenpan RB

Meski demikian, Bambang mengingatkan adanya potensi dampak tidak langsung, terutama apabila perekonomian mitra dagang utama Sumsel seperti China dan Vietnam terpengaruh oleh kebijakan tarif tinggi AS. Jika permintaan dari negara-negara tersebut menurun, ekspor komoditas utama Sumsel dapat ikut terdampak.

Namun di sisi lain, ia menilai terdapat peluang yang bisa dimanfaatkan pelaku usaha di Sumsel. Dengan tarif impor ke Indonesia yang lebih rendah dibanding negara ASEAN lain, produk-produk unggulan seperti karet, pulp and paper, dan produk turunan lainnya berpotensi lebih kompetitif di pasar Amerika.

Bambang juga menyebutkan bahwa peningkatan impor barang produktif dari AS bisa memberi nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi Sumsel ke depan. Selain itu, ekspektasi pasar dan potensi aliran modal asing dinilai lebih kondusif karena ketidakpastian kebijakan tarif kini mulai mereda.

“Kita masih perlu mencermati lebih detail kesepakatan dagang antara Indonesia dan AS, agar pelaku usaha bisa mengambil langkah strategis yang tepat,” tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia