Tujuh Tantangan dan Delapan Arahan, Ini Roadmap Pembangunan Sumsel 2025–2029

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) resmi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD Sumsel Tahun 2025–2029, Senin (16/6/2025), di Griya Agung, Palembang.
Forum strategis ini dibuka langsung oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru sebagai langkah awal penyusunan peta jalan pembangunan lima tahun ke depan.
erman Deru menegaskan bahwa pembangunan Sumsel ke depan akan diarahkan pada prinsip inklusivitas, keadilan, dan keberlanjutan.
Melalui visi "Sumsel Maju Terus untuk Semua", Pemprov Sumsel akan mengakselerasi kemajuan daerah berbasis pemerataan dan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat luas.
Herman Deru mengungkapkan bahwa terdapat tujuh tantangan utama yang menjadi fokus perhatian dalam penyusunan RPJMD Sumsel 2025–2029.
"Tantangan tersebut mencakup tingginya angka kemiskinan terutama di wilayah pedesaan, kesenjangan infrastruktur antarwilayah kabupaten/kota, serta kualitas sumber daya manusia (SDM) yang belum merata," katanya.
Selain itu, transformasi ekonomi berbasis hilirisasi dan industri lokal, reformasi birokrasi yang adaptif dan responsif, perubahan iklim serta ketahanan lingkungan hidup, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan dan integritas sosial juga menjadi tantangan penting yang harus diatasi.
“Ketujuh tantangan ini adalah refleksi nyata dari persoalan yang dihadapi masyarakat. Kita tidak bisa hanya fokus pada pertumbuhan, tapi juga pemerataan dan keadilan sosial,” tegasnya.
Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, Herman Deru menyampaikan delapan arahan strategis kepada seluruh pemangku kebijakan yang hadir. Arahan itu meliputi pentingnya menjadikan RPJMD sebagai pedoman lintas sektor dan kewilayahan, menjamin kesinambungan program-program pro-rakyat yang telah berjalan, serta mendorong pemerataan pembangunan hingga ke pelosok.
Selain itu, ia menekankan perlunya merumuskan solusi konkret berbasis data dan aspirasi masyarakat, mengintegrasikan kebijakan pusat dan daerah secara sinergis, mengutamakan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap kebijakan, serta meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan.
Tak kalah penting, Herman Deru juga menegaskan perlunya membangun kolaborasi multipihak dalam pelaksanaan setiap program pembangunan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 45 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 13 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dan Tantangan
- 5Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 8Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









