Sumsel

Masuk Musim Pancaroba, Ini Imbauan BMKG untuk Warga Sumsel

Maman Suparman | 2 Mei 2025, 18:30 WIB
Masuk Musim Pancaroba, Ini Imbauan BMKG untuk Warga Sumsel

AKURAT.CO SUMSEL Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan (Sumsel) mengingatkan masyarakat bahwa wilayah Sumsel saat ini sedang memasuki masa pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Koordinator BMKG Sumsel, Wandayantolis, menjelaskan bahwa bulan Mei merupakan fase akhir dari musim hujan, sebelum wilayah ini secara bertahap memasuki musim kemarau pada Juni 2025.

“Cuaca selama pancaroba cenderung berubah cepat. Pemanasan intensif di pagi hari dapat memicu pembentukan awan konvektif yang kuat pada siang hingga sore hari. Ini bisa menyebabkan hujan lebat, angin kencang, puting beliung, bahkan hujan es,” kata Wandayantolis, Jumat (2/5/2025).

Ia pun mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap cuaca ekstrem, terutama pada siang hingga sore hari. Aktivitas luar ruangan sebaiknya dibatasi saat cuaca terik, dan disarankan untuk mengenakan pakaian pelindung serta menggunakan tabir surya.

Baca Juga: Belum Masuk Musim Kemarau, Lahan di Ogan Ilir Terbakar Mencapai 2 Hektare

“Cukupi kebutuhan cairan tubuh agar terhindar dari dehidrasi, terutama jika beraktivitas di luar ruangan saat suhu tinggi,” tambahnya.

BMKG juga mencatat, selama dasarian III April 2025, curah hujan di wilayah Sumsel menunjukkan variasi. Sebagian besar daerah mengalami hujan kategori menengah (51–150 mm).

Sementara wilayah seperti Lahat, Muara Enim bagian barat, dan OKU Selatan bagian utara mencatat curah hujan tinggi (151–300 mm). Sebaliknya, daerah seperti Palembang, Ogan Ilir, Banyuasin bagian selatan, hingga OKU Timur mengalami curah hujan rendah (kurang dari 50 mm).

Menurut Wandayantolis, fase pancaroba biasanya juga diikuti oleh kenaikan suhu udara harian. Ini merupakan puncak pertama suhu maksimum dalam satu tahun, yang disebabkan oleh pelepasan panas dari daratan dan lautan saat matahari melintasi Sumsel secara semu.

“Saat jeda hujan mencapai 3–6 hari tanpa hujan, suhu akan terasa makin menyengat karena menurunnya kelembaban udara dan minimnya pembentukan awan yang berfungsi melindungi dari paparan langsung sinar matahari,” jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia