Sumsel

Pidato Perdana Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel Usai Dilantik

Maman Suparman | 20 Februari 2025, 15:30 WIB
Pidato Perdana Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel Usai Dilantik

AKURAT.CO SUMSEL Setelah resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menyampaikan pidato perdananya di hadapan masyarakat Sumsel.

Dalam pidatonya, Herman Deru menekankan bahwa perjalanan panjang yang telah ditempuhnya kini mencapai puncak dengan dilantiknya ia dan Cik Ujang sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel.

“Perjuangan panjang ini dibuktikan dengan hasilnya, dan hari ini puncaknya, saya dilantik oleh Pak Presiden sebagai Gubernur, dan Pak Cik Ujang sebagai Wakil Gubernur,” ujar Herman Deru, Kamis (20/2/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru juga menegaskan bahwa perubahan yang terjadi hanyalah pada posisi wakil gubernur, sementara komitmennya terhadap pembangunan Sumsel tetap sama.

Baca Juga: Usai Dilantik, 961 Kepala Daerah Akan Ditempa di Magelang

“Pada hakikatnya tidak ada yang berubah, yang berubah hanya pasangannya saja. Tapi saya perlu menjelaskan kepada seluruh yang hadir di sini, bahwa saya tidak ada memotong atau menceraikan Pak Mawardi Yahya. Demi Allah, saya tidak ada memisahkan diri dengan beliau. Tapi memang beliau memilih jalannya sendiri, dan rezekinya bersama Pak Cik Ujang,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa hubungannya dengan Cik Ujang bersifat spesial, baik secara moral maupun komunikasi.

“Persahabatan saya dengan Pak Cik Ujang ini memang spesial dibanding yang lain. Secara moral kami begitu dekat, obrolannya nyambung, dan sejarah pun mencatat, ini adalah kali keempat saya dilantik sebagai kepala daerah. Menariknya, baru kali ini wakil saya lebih muda dari saya, meskipun hanya selisih beberapa bulan,” tambahnya.

Baca Juga: Deretan Prestasi Herman Deru, Gubernur Sumsel yang Akan Dilantik Presiden Prabowo di Jakarta Hari Ini

Selama mengikuti retret kepemimpinan di Magelang, Herman Deru mengumumkan bahwa Cik Ujang akan menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumsel.

Ia berharap bahwa suasana kepemimpinan di Sumsel tetap harmonis, seiring bertambahnya usia dan pengalaman dalam menyelesaikan berbagai permasalahan daerah.

“Saya ingin suasana kita tidak berubah, yang bertambah hanya usia kita. Artinya, semakin bertambah usia, semakin dewasa kita, semakin paham akan permasalahan Sumsel,” tegasnya.

Herman Deru juga menyoroti pentingnya kerja keras dan dedikasi dalam memimpin daerah, mengingat tantangan dan dinamika politik yang ada.

Ia menegaskan bahwa menjadi gubernur dan wakil gubernur bukanlah tugas mudah, karena harus menghadapi berbagai tantangan, termasuk keberadaan individu yang oportunis.

“Saya dan Pak Cik Ujang bekerja keras untuk membuktikan bahwa apa yang kami kerjakan memang disenangi masyarakat. Menjadi gubernur dan wakil gubernur itu tidak gampang, harus siap menghadapi berbagai tantangan, termasuk dari orang-orang oportunis,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumsel, Cik Ujang mengungkapkan jangan ada pecah belah saat memimpin Sumsel.

"Kita terus berdoa agar kompak dan tidak pecah belah, ini demi Sumsel," katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia