Efisiensi Anggaran Pemerintah Tekan Sektor Perhotelan dan Restoran di Sumsel

AKURAT.CO SUMSEL Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat mulai memberikan dampak signifikan terhadap sektor perhotelan, restoran, dan industri hiburan di Sumatera Selatan (Sumsel).
Pemangkasan anggaran, terutama untuk kegiatan seremonial yang biasanya digelar di hotel, mengancam keberlangsungan bisnis di sektor tersebut.
Sekretaris Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel, John Johan Tisera, menyampaikan bahwa pengurangan belanja pemerintah ini dapat berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai lini usaha.
"Jika kebijakan efisiensi ini terus berlanjut, risiko PHK sangat besar. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh hotel dan restoran, tetapi juga tenaga kerja yang menggantungkan hidupnya di sektor ini," ujar John Johan, Sabtu (15/2/2025).
Ia menjelaskan bahwa pendapatan hotel dan restoran di Sumsel mengalami penurunan drastis, bahkan mencapai 60 persen. Selain itu, tingkat hunian kamar hotel juga terus merosot hingga 50 persen akibat berkurangnya permintaan dari kegiatan resmi pemerintah.
"Sebelumnya, hotel-hotel sering digunakan sebagai lokasi berbagai acara pemerintahan. Namun, kini dampaknya mulai terlihat, dengan tingkat hunian kamar yang menurun dan sektor hiburan yang bergantung pada industri perhotelan turut terdampak," tambahnya.
John juga menyoroti efisiensi anggaran yang dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, meskipun program tersebut memiliki tujuan yang baik, kebijakan ini juga perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap sektor ekonomi secara keseluruhan.
Baca Juga: Demam Drama Korea Tak Surut, Ini 10 Aplikasi Nonton Drakor Gratis dengan Subtitle Indonesia
"Penghematan anggaran demi mendukung program MBG memiliki tujuan yang baik, tetapi dampaknya terhadap dunia usaha tetap signifikan. Penurunan pendapatan hotel akan berimbas pada vendor makanan, pemasok bahan baku, hingga tenaga kerja di sektor kuliner," jelasnya.
Ia memberikan contoh bahwa jika 50 hotel di Sumsel mengalami penurunan jumlah acara dan tamu, maka belanja mereka kepada vendor makanan juga berkurang. Hal ini akan mempengaruhi sektor usaha kecil dan menengah yang selama ini menjadi pemasok utama hotel dan restoran.
Sebagai langkah mitigasi, John menyarankan agar kebijakan efisiensi anggaran dilakukan secara bertahap untuk menghindari guncangan besar bagi dunia usaha.
"Pemotongan anggaran sebaiknya dilakukan secara bertahap, misalnya dengan mengurangi 5-6 persen pada tahun pertama. Jika pemangkasan dilakukan secara mendadak dalam jumlah besar, dampaknya bisa meluas dan sulit untuk dipulihkan," ujarnya.
Selain itu, ia menyoroti kurangnya daya tarik wisata di Palembang, yang membuat sektor perhotelan sangat bergantung pada acara pemerintahan. Menurutnya, tanpa strategi pengembangan destinasi wisata yang jelas, kebijakan efisiensi ini bisa semakin memperburuk kondisi industri perhotelan dan restoran.
"Palembang masih kekurangan destinasi wisata unggulan. Jika sektor pariwisata tidak dikembangkan dengan baik, hotel dan restoran akan semakin kesulitan bertahan tanpa dukungan dari acara pemerintahan," pungkasnya. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 35 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 13 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dan Tantangan
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Brand Kecantikan di Bawah Martha Tilaar Group, Ada PAC hingga Belia
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








