Sumsel

Sumsel Tingkatkan Target Investasi 2025 Jadi Rp42,5 Triliun, Pabrik Kelapa Jadi Peluang Besar

Maman Suparman | 11 Februari 2025, 21:00 WIB
Sumsel Tingkatkan Target Investasi 2025 Jadi Rp42,5 Triliun, Pabrik Kelapa Jadi Peluang Besar

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) menargetkan investasi sebesar Rp42,5 triliun pada tahun 2025, meningkat Rp1 triliun dibandingkan target tahun 2024 yang sebesar Rp41,5 triliun.

Angka ini tercatat dalam rencana strategis (renstra) pemerintah provinsi yang berfokus pada sektor-sektor potensial untuk meningkatkan perekonomian daerah.

Penata Kelola Penanaman Muda Ahli Madya DPMPTSP Sumsel, Eko Agusrianto mengatakan bahwa target investasi tahun 2025 ini akan menjadi pendorong untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Sumsel.

“Target renstra provinsi tahun 2025 sebesar Rp42,5 triliun,” ujar Eko, Selasa (11/2/2025).

Pada tahun sebelumnya, Sumsel berhasil mencapai total investasi sebesar Rp70,92 triliun, melebihi target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebesar Rp41,5 triliun. Angka ini tercatat mencapai 170,89% dari target yang ditetapkan.

Sementara itu, berdasarkan target nasional, investasi di Sumsel juga melampaui angka yang ditetapkan, dengan capaian mencapai 109,41% dari target nasional sebesar Rp64,82 triliun.

Untuk tahun 2025, Eko menyebutkan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait target nasional yang akan ditetapkan.

Baca Juga: Sumsel Catat Rekor Investasi Rp 70,92 Triliun, Lebih dari Dua Kali Lipat Target RPJMD

Meski begitu, pengembangan hilirisasi berbagai komoditas unggulan menjadi sektor yang dipandang memiliki potensi besar bagi investor, baik lokal maupun asing, untuk menanamkan modalnya.

Sektor hilirisasi di Sumsel, menurut Eko, menjadi fokus utama untuk investasi ke depan. Salah satu contoh nyata dari peluang investasi dalam sektor hilirisasi ini adalah pembangunan pabrik pengolahan kelapa menjadi bioavtur (sustainable aviation fuel/Saf) di Kabupaten Banyuasin.

Investor asal Jepang, Green Power Development Corporation of Japan (GPDJ), sebelumnya telah menyatakan minatnya untuk berpartisipasi dalam pembangunan pabrik pengolahan komoditas kelapa ini.

Kepala Bidang Promosi PM DPMPTSP Sumsel, Rahmat Fitriansyah menyebutkan bahwa nilai investasi yang direncanakan oleh GPDJ berkisar antara Rp200 hingga Rp300 miliar dengan proyeksi skala produksi sekitar 100 hingga 120 ton per hari. Omzet yang diperkirakan dapat diraih mencapai Rp660 miliar per tahun.

"Namun, angka investasi tersebut belum final karena pihak investor masih dalam tahap kajian lebih lanjut mengenai potensi pengembangan hilirisasi lainnya, seperti produk santan, air kelapa kemasan, hingga pabrik arang dari sabut dan tempurung kelapa," tutupnya. (Kurnia)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia