Sumsel

Jelang Nataru, Bawang hingga Cabai Naik Harga, DKPP Sumsel Pastikan Pasokan Aman

Deni Hermawan | 21 Desember 2024, 15:00 WIB
Jelang Nataru, Bawang hingga Cabai Naik Harga, DKPP Sumsel Pastikan Pasokan Aman

AKURAT.CO SUMSEL Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, harga sejumlah bahan pangan di Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami peningkatan. Namun, kenaikan ini dinilai masih terkendali oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel.

Kepala DKPP Sumsel, Ruzuan Efendi, menjelaskan bahwa kenaikan harga bahan pangan lebih disebabkan oleh lonjakan permintaan menjelang akhir tahun.

“Tidak ada kenaikan signifikan. Misalnya telur ayam, sejak awal Desember memang sudah naik, tetapi kini harganya stabil,” ujar Ruzuan, Sabtu (21/12/2024).

Ruzuan juga menegaskan, meski beberapa harga pangan berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) dan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), kondisi pasokan tetap terjaga.

“Ketersediaan bahan pangan menjadi prioritas utama. Kami terus memantau kondisi pasar dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait,” tambahnya.

Berdasarkan data pemantauan, harga bawang merah yang memiliki HAP sebesar Rp 36.500-Rp 41.500 per kilogram saat ini dijual Rp 39.255. Sementara bawang putih bonggol yang seharusnya Rp 38 ribu dijual Rp 41.315.

Baca Juga: Kulit Kusam hingga Rambut Rontok? Mungkin Anda Kekurangan Vitamin C

Harga cabai merah keriting mencapai Rp 42.452 per kilogram dari kisaran HAP Rp 37 ribu-Rp 55 ribu. Adapun cabai rawit merah terpantau di angka Rp 43.333 dari HAP Rp 40 ribu-Rp 57 ribu.

Daging ayam ras, meskipun berada di bawah HAP Rp 40 ribu, dijual Rp 34.844, sementara telur ayam ras dijual Rp 29.435 dari HAP Rp 30 ribu. Untuk daging sapi, harga di pasar mencapai Rp 135.527, sedikit di bawah HAP Rp 140 ribu.

Di Palembang, kenaikan harga terpantau lebih tinggi dibandingkan daerah lain. Harga bawang putih bonggol mencapai Rp 45 ribu per kilogram, cabai rawit merah Rp 55 ribu, dan daging sapi hingga Rp 150 ribu. Beberapa bahan lain seperti minyak goreng kemasan dijual Rp 20 ribu per liter, dan ikan tongkol Rp 35 ribu per kilogram.

Ruzuan menekankan pentingnya pengendalian distribusi dan ketersediaan stok agar lonjakan harga tidak mengganggu daya beli masyarakat.

“Kami terus menjaga ketersediaan pasokan agar permintaan yang tinggi tidak menyebabkan kekurangan,” tegasnya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto