Pengamat: Penghentian Bansos Jelang Pilkada Dinilai Langkah Tepat untuk Cegah Politisasi

AKURAT.CO SUMSEL Keputusan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait penghentian sementara penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) menjelang pilkada serentak dinilai langkah yang bijak dalam menjaga stabilitas politik di daerah.
Hal ini disampaikan oleh Profesor Abdullah Idi, Pengamat Sosial dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, yang menilai kebijakan ini mampu meredam potensi politisasi dan konflik.
“SE Mendagri ini adalah kebijakan yang positif. Bansos memang penting bagi masyarakat, tetapi di sisi lain, sering disalahgunakan untuk keuntungan politik, terutama oleh petahana,” kata Abdullah Idi, Sabtu (16/11/2024).
Pengalaman dari Pilpres 2024 menunjukkan bahwa distribusi bansos menjelang pemilu sempat memicu berbagai reaksi dan membuat suhu politik memanas.
Menurutnya, langkah Kemendagri kali ini merupakan respons pemerintah pusat untuk mengantisipasi hal serupa menjelang pilkada serentak yang akan berlangsung di seluruh Indonesia dalam waktu dekat.
Baca Juga: Penyaluran Bansos APBD Sumsel Dihentikan Sementara Menjelang Pilkada Serentak 2024
“Tanpa pembatasan ini, distribusi bansos bisa menimbulkan interpretasi yang beragam dan berisiko memicu gejolak politik,” tambahnya.
Abdullah menjelaskan bahwa petahana biasanya memiliki keuntungan karena masih memegang kendali terhadap kebijakan, termasuk penyaluran bansos yang bersumber dari dana APBD. Ini membuat bansos rentan dimanfaatkan untuk kepentingan politik.
“Jika bansos diberikan tepat sebelum pilkada, potensi konflik akan meningkat. Jadi, sebaiknya penyaluran dilakukan setelah pilkada selesai. Ini hanya masalah waktu saja,” ujarnya.
Namun, Profesor Abdullah juga mengingatkan bahwa meski ada SE yang melarang pemberian bansos selama masa pilkada, celah untuk politisasi tetap ada. Menurutnya, janji penyaluran bansos setelah pilkada bisa menjadi strategi kampanye terselubung.
“Memang ada kemungkinan bansos tidak dibagikan saat pilkada, tetapi dijanjikan untuk diberikan setelah pemilu. Hal ini masih bisa terjadi, hanya strateginya saja yang berbeda,” pungkasnya. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 45 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 13 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dan Tantangan
- 5Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Brand Kecantikan di Bawah Martha Tilaar Group, Ada PAC hingga Belia
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







