Sumsel

Waspada Bencana Hidrometeorologis, BMKG Imbau Warga di DAS dan Perbukitan Waspada

Deni Hermawan | 14 Oktober 2024, 15:54 WIB
Waspada Bencana Hidrometeorologis, BMKG Imbau Warga di DAS dan Perbukitan Waspada

AKURAT.CO SUMSEL Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan (Sumsel) memperingatkan masyarakat tentang potensi bencana hidrometeorologis akibat peningkatan curah hujan yang diprediksi terjadi pada dasarian ke-2 hingga ke-3 Oktober 2024.

Peringatan ini ditujukan khususnya kepada masyarakat yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai (DAS) dan perbukitan, yang berpotensi menghadapi risiko banjir dan tanah longsor.

Kepala Klimatologi BMKG Sumsel, Wandayantolis, mengungkapkan pada Senin (14/10/2024), bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat memicu genangan air di daerah perkotaan. Sementara itu, di wilayah dengan topografi perbukitan, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan longsor.

“Hujan dengan intensitas sedang hingga deras berpotensi menyebabkan genangan air di area perkotaan. Di daerah perbukitan dan lereng, risiko terjadinya longsor juga harus diantisipasi,” ujar Wandayantolis.

Ia juga menjelaskan bahwa saat ini 50 persen wilayah Sumsel sudah memasuki musim hujan, sedangkan 50 persen lainnya masih berada dalam masa transisi. Meski demikian, secara keseluruhan curah hujan di dasarian ini belum memenuhi kriteria untuk dikategorikan sebagai musim hujan.

Baca Juga: Operasi Zebra Musi 2024 Resmi Dimulai di Sumsel, Hindari 7 Pelanggaran Lalu Lintas Ini kalau Kalian Ga Mau Kena Tilang

“Warga yang tinggal di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) harus tetap waspada dan memonitor peningkatan ketinggian air sungai, terutama jika hujan berlangsung lebih dari satu jam,” tambahnya.

Wandayantolis juga menekankan bahwa pola cuaca saat ini dapat berubah dengan cepat. Hal ini dipengaruhi oleh mansoon baratan yang masih lemah, sehingga pembentukan hujan lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lokal.

Akibatnya, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat terjadi secara tiba-tiba dan tidak merata di wilayah Sumsel.

“Selama periode transisi ini, terdapat peningkatan risiko terjadinya angin kencang, puting beliung, serta hujan yang muncul secara tiba-tiba, meskipun frekuensinya relatif jarang,” katanya.

BMKG Sumsel juga mengimbau pemerintah daerah untuk lebih waspada dalam menghadapi perubahan cuaca, terutama transisi dari musim kemarau ke musim hujan. Langkah mitigasi bencana dinilai penting untuk segera dilakukan guna mengantisipasi potensi bencana.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik, serta selalu mengakses informasi resmi dari kanal pemerintah setempat agar informasi yang diperoleh akurat,” tutup Wandayantolis. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto